MENU
Potret Ketidakadilan di Siantar, Warga Miskin Tak Terima Bansos, Aspir...
WA FB
Pematangsiantar

Potret Ketidakadilan di Siantar, Warga Miskin Tak Terima Bansos, Aspirasi \"Terlantar\" di DPRD

G Editor : Gunawan Purba | 12 Nov 2025 | 14:17 WIB
Potret Ketidakadilan di Siantar, Warga Miskin Tak Terima Bansos, Aspirasi \"Terlantar\" di DPRD
Rumah Mika boru Pasaribu yang sudah reyot

Pematangsiantar, Sinata.id - Di rumah papan yang sudah reyot, Mika boru Pasaribu tinggal bersama cucunya yang sudah yatim, dan usianya belum genap 4 tahun. Hidup mereka serba kekurangan.

Mika hanyalah seorang pencari genjer (sayuran) di sekitaran persawahan dan pinggiran irigasi yang ada di Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar.

Sayur genjer yang didapat, ia jajakan kemudian ke pasar, maupun rumah makan. Hasilnya, terkadang tidak cukup untuk memenuhi biaya makan satu hari dirinya dan cucunya.

Meski miskin, Mika tidak terdaftar sebagai penerima bansos. Terkadang ia merasa miris dengan keadilan, ketika banyak orang mendapat bansos (bantuan sosial) yang diambil dari Kantor PT Pos.

Har ini, Rabu 12 Nopember 2025, sekira pukul 09.45 WIB, Mika bersama cucunya dan ditemani seorang wanita pensiunan PNS, tiba di Kantor DPRD Pematangsiantar dengan berjalan kaki.

Di DPRD, mereka ingin menyampaikan aspirasi. Lebih tepatnya, ingin menyampaikan keluhan atas ketidakadilan yang dirasakan Mika boru Pasaribu dan cucunya.

Pensiunan PNS yang menemaninya berharap, agar Mika dapat menerima bansos secara rutin. "Dia sangat layak untuk mendapatkan bansos," ucap wanita pensiunan PNS yang tinggal bertetangga dengan Mika di Jalan Bah Kora, Marihat 1, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun.

[caption id="attachment_18069" align="alignnone" width="300"]Di rumah papan yang sudah reyot, Mika boru Pasaribu tinggal bersama cucunya yang sudah yatim, dan usianya belum genap 4 tahun. Hidup mereka serba kekurangan. Bagian dalam rumah Mika boru Pasaribu[/caption]

Hanya saja, keluhan atau aspirasi mereka "terlantar" di DPRD Pematangsiantar. Seiring dengan, tidak ada satu pun anggota dewan yang bisa mereka temui.

Awalnya mereka mencari Anggota DPRD Pematangsiantar, Darson Rajagukguk, dari Partai Nasdem. Namun Darson tidak ada di kantornya, begitu pula dengan anggota dewan lainnya.

Dengan raut wajah sedih, Mika bercerita tentang potret kehidupannya. Katanya, ia seorang janda (suaminya telah lama meninggal dunia).

Sedangkan anaknya, yang juga ayah dari cucunya, telah pula meninggal dunia. Sedangkan ibu dari cucunya, alami gangguan kesehatan jiwa.

"Setiap hari aku cuma meramban genjer-nya. Kubawa-lah ke pajak (pasar) atau ke rumah makan. Dari jualan genjer ku itu, terkadang untuk makan pun gak cukup," ujar Mika boru Pasaribu.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.