Jakarta, Sinata.id - Ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah mendorong Indonesia bergerak cepat di jalur diplomasi. Presiden Prabowo Subianto dilaporkan melakukan pembicaraan langsung melalui sambungan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atau MBS, guna membahas perkembangan konflik yang kian bereskalasi di kawasan tersebut.
Komunikasi tingkat tinggi ini berlangsung saat situasi Timur Tengah memanas setelah pecahnya konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membicarakan dampak konflik yang dinilai berpotensi mengguncang stabilitas regional maupun global.
Pembicaraan antara Jakarta dan Riyadh juga menyoroti kekhawatiran atas efek domino perang yang bisa meluas ke berbagai sektor, mulai dari keamanan kawasan hingga jalur perdagangan internasional.
Indonesia Dorong Penghentian Operasi Militer
Dalam komunikasi tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya upaya meredakan ketegangan. Ia mengingatkan bahwa eskalasi militer yang terus berlangsung dapat memperburuk kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan yang dikutip dari keterangan resmi otoritas Arab Saudi, Prabowo menegaskan perlunya langkah cepat untuk menghentikan aktivitas militer yang berpotensi memperluas konflik.
“Penting adanya penghentian segera aktivitas militer di kawasan karena dapat mengganggu keamanan dan stabilitas,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam komunikasi tersebut, dikutip Kamis (12/3/2026).
Diplomasi Indonesia di Tengah Krisis Global
Langkah Prabowo menghubungi MBS menjadi bagian dari upaya diplomasi Indonesia di tengah krisis geopolitik yang terus berkembang. Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga membuka peluang untuk berperan sebagai mediator komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah.
Komunikasi dengan pemimpin negara-negara kawasan Teluk dipandang penting karena negara-negara tersebut berada di garis depan dampak konflik, baik dari sisi keamanan maupun stabilitas energi dunia.
Stabilitas Kawasan Jadi Perhatian
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi dalam konteks krisis ini juga dinilai strategis. Selain sebagai negara dengan pengaruh besar di Timur Tengah, Arab Saudi memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
Karena itu, dialog langsung antara Prabowo dan MBS dinilai sebagai sinyal bahwa Indonesia ingin ikut mendorong solusi damai melalui jalur diplomasi, sekaligus memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi di tengah gejolak geopolitik global.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.