Macron menyatakan pengerahan armada tersebut bertujuan melindungi kapal sekutu serta negara-negara Uni Eropa dari ancaman serangan yang berkaitan dengan konflik regional.
Pasukan angkatan laut Eropa sebelumnya telah beroperasi di Laut Merah dalam misi keamanan maritim Operation Aspides yang diluncurkan pada 2024 untuk menjaga kapal dagang dari serangan kelompok bersenjata di kawasan tersebut.
Armada Prancis juga direncanakan bergerak menuju Strait of Hormuz guna mendukung pengawalan kapal kontainer dan tanker minyak yang melintasi jalur pelayaran strategis itu.
Ketegangan di selat tersebut meningkat setelah Iran menutup jalur pelayaran menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Pemerintah Iran juga memperingatkan akan menyerang kapal yang melintas, kecuali kapal dari negara sekutunya seperti China dan Rusia.
Gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker di selat yang menjadi jalur sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia itu telah memicu lonjakan harga minyak global hingga mendekati 119 dolar AS per barel pada awal pekan ini. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.