MENU
Prancis Kokoh Jadi Raja Sepak Bola Dunia
WA FB
News

Prancis Kokoh Jadi Raja Sepak Bola Dunia

R Editor : Redaksi Sinata | 23 Sep 2025 | 18:38 WIB
Prancis Kokoh Jadi Raja Sepak Bola Dunia
Dembele Raih Ballon d’Or 2025. (Ist)

Platini adalah orkestra di lapangan, pemilik tendangan bebas mematikan, sekaligus pemimpin yang membawa Prancis menjuarai Euro 1984. Catatan sembilan gol dalam lima laga Euro adalah bukti betapa ia bukan sekadar pengatur serangan, tapi juga mesin gol yang menakutkan. Bersama Juventus, Platini mengangkat trofi Serie A hingga Piala Eropa, mengukuhkan namanya sebagai legenda sejati.

Jean-Pierre Papin: "Papinades" yang Abadi

Masuk era 1990-an, giliran Jean-Pierre Papin yang menyumbang Ballon d’Or untuk Prancis pada 1991. Ia melakukannya dengan cara spektakuler, menjadi pemain pertama Ligue 1 yang memenangkan penghargaan tersebut.

Papin identik dengan gol-gol spektakuler, terutama volley jarak jauh yang dikenal dengan sebutan "Papinades". Bersama Olympique Marseille, ia mengoleksi empat gelar Ligue 1 beruntun dan menjadi top skorer liga lima musim berturut-turut. Puncaknya, ia mengantar Marseille ke final Liga Champions 1991, meski harus puas sebagai runner-up.

Konsistensi dan ketajamannya akhirnya membuatnya menerima Légion d’Honneur pada 2005, sebuah pengakuan akan kontribusinya bagi sepak bola Prancis.

Zinedine Zidane: Elegansi yang Abadi

Nama Zinedine Zidane tak mungkin dilewatkan. Pada 1998, ia mengangkat Ballon d’Or setelah membawa Prancis menjadi juara dunia di rumah sendiri. Dua sundulan ikoniknya di final melawan Brasil bukan hanya gol, melainkan simbol lahirnya generasi emas baru bagi sepak bola Prancis.

Zidane dikenal sebagai gelandang dengan sentuhan magis. Kontrol bola, visi permainan, dan keanggunannya di lapangan menjadikannya ikon yang melampaui sekadar pencetak prestasi. Bersama Juventus, ia mengoleksi gelar Serie A dan tampil konsisten di level Liga Champions, sebelum akhirnya menorehkan kisah legendaris bersama Real Madrid.

Dembele Melanjutkan Estafet

Kini, giliran Ousmane Dembele yang menambahkan namanya ke daftar eksklusif itu. Dari Kopa, Platini, Papin, Zidane, hingga Karim Benzema di 2022, dan kini Dembele di 2025, Prancis sekali lagi menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar produsen talenta, melainkan penguasa panggung Ballon d’Or.

Dembele mungkin baru memulai babak kepemimpinannya, tetapi satu hal pasti, estafet kejayaan Prancis di dunia sepak bola terus berjalan. Dan malam penghargaan Ballon d’Or 2025 hanyalah permulaan dari kisah yang lebih besar. (A46)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.