MENU
Presiden FIFA Tegaskan Sanksi Berat untuk Pemain yang Bersikap Rasis
WA FB
Olahraga

Presiden FIFA Tegaskan Sanksi Berat untuk Pemain yang Bersikap Rasis

T Editor : Tumpal Pandapotan | 02 Mar 2026 | 18:05 WIB
Presiden FIFA Tegaskan Sanksi Berat untuk Pemain yang Bersikap Rasis
Presiden FIFA, Gianni Infantino

Jakarta, Sinata.id - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa setiap tindakan pemain yang menutup mulut untuk menyampaikan ucapan bernuansa rasial harus mendapatkan sanksi tegas, minimal kartu merah di lapangan. Pernyataan ini disampaikan menanggapi insiden di Liga Champions yang melibatkan Gianluca Prestianni dari Benfica dan Vinicius Jr. dari Real Madrid.

Kasus ini bermula saat Prestianni menutup mulutnya dengan jersey saat pertandingan, yang diduga terkait dengan perilaku rasial terhadap Vinicius. UEFA kemudian menjatuhkan larangan bermain satu pertandingan kepada Prestianni sembari menunggu penyelidikan lebih lanjut. Pemain asal Benfica itu berpotensi menerima hukuman lebih berat, meski membantah tuduhan rasialisme.

“Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengatakan sesuatu yang berdampak rasis, maka jelas ia harus dikartu merah. Harus ada asumsi bahwa ia telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya, kalau tidak ia tidak perlu menutup mulutnya,” kata Infantino, dikutip dari BBC.

Baca: http://Manchester United Comeback, Tumbangkan Crystal Palace 2-1 di Old Trafford

Ia menambahkan, “Jika Anda tidak punya sesuatu untuk disembunyikan, Anda tidak akan menutup mulut saat mengatakan sesuatu. Sesederhana itu.”

Vinicius Junior, korban dugaan tindakan rasis tersebut, juga angkat bicara usai pertandingan. Ia mengecam perilaku tersebut dan menekankan bahwa tindakan rasis hanya dilakukan oleh mereka yang pengecut.

“Orang-orang rasis, pada dasarnya, adalah pengecut. Mereka bahkan perlu menutup mulut mereka sendiri untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,” ujar Vinicius. Ia menambahkan, “Namun, mereka mendapat perlindungan dari pihak lain yang seharusnya memiliki kewajiban jelas untuk menghukum mereka dalam situasi seperti ini.”

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penegakan aturan anti-rasialisme di sepak bola internasional. FIFA dan UEFA menegaskan komitmen mereka untuk menjaga integritas dan memastikan setiap bentuk diskriminasi mendapat sanksi tegas. (a58)

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.