"Bukankah benar bahwa Amerika menjadi proksi bagi Israel, yang mengalihkan beban agresinya ke Iran dan rakyat Amerika sendiri demi kepentingan sepihak?" tulis Pezeshkian.
Sejarah Hubungan Iran dan AS
Dalam suratnya, Pezeshkian menekankan bahwa rakyat Iran tidak pernah memusuhi AS maupun negara lain. Iran memiliki sejarah panjang mempertahankan diri dari agresi tanpa memulai perang. Ia menyoroti kudeta tahun 1953 yang didalangi AS, yang menggagalkan nasionalisasi sumber daya Iran, memulihkan kediktatoran, dan menimbulkan ketidakpercayaan rakyat Iran terhadap kebijakan AS.
Pezeshkian menegaskan bahwa persepsi Iran sebagai ancaman global adalah produk kebutuhan politik dan ekonomi pihak tertentu untuk membenarkan dominasi militer, industri senjata, dan kontrol pasar strategis. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.