MENU
Presiden Marcos: Masa-Masa Sulit Tidak Akan Memecah Belah ASEAN
WA FB
Berita

Presiden Marcos: Masa-Masa Sulit Tidak Akan Memecah Belah ASEAN

T Editor : Tigor Munthe | 08 May 2026 | 14:50 WIB
Presiden Marcos: Masa-Masa Sulit Tidak Akan Memecah Belah ASEAN
Prabowo dan Marcos Jr. (Foto: Setpres)

CEBU, Sinata.id  – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menegaskan bahwa tantangan global yang dihadapi negara-negara Asia Tenggara tidak akan memecah persatuan ASEAN.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka KTT ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin negara ASEAN, Marcos Jr. menekankan pentingnya menjaga dialog, kerja sama, dan saling menghormati di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

“Kehadiran Anda di sini mencerminkan tidak hanya urgensi dan pentingnya acara ini, tetapi juga komitmen bersama kita terhadap nilai-nilai abadi yang terus mengikat kawasan kita, yaitu dialog, kerja sama, dan saling menghormati,” ujar Marcos Jr.

Ia menilai ASEAN telah membuktikan kemampuannya menghadapi berbagai tantangan selama beberapa dekade terakhir.

Menurutnya, situasi sulit justru menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas kawasan.

“Jika ada satu pelajaran yang telah dipetik ASEAN selama beberapa dekade, itu adalah bahwa masa-masa sulit tidak memecah belah kita,” tegas Marcos Jr.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto turut menghadiri upacara pembukaan KTT ASEAN ke-48.

Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 09.04 waktu setempat dan disambut langsung oleh Presiden Marcos Jr. bersama Ibu Negara Marie Louise Cacho Araneta Marcos.

Pertemuan kedua pemimpin berlangsung hangat dan ditandai dengan jabat tangan serta sesi foto bersama sebelum memasuki ruang pertemuan para kepala negara ASEAN.

Setelah itu, Presiden Prabowo bersama para pemimpin ASEAN lainnya menuju Hall 2 dan 3 untuk mengikuti rangkaian pembukaan konferensi tingkat tinggi tersebut.

Upacara pembukaan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pemimpin ASEAN yang berdiri bergandengan tangan sebagai simbol persatuan dan solidaritas kawasan.

Dalam sesi itu, Presiden Prabowo tampak berdiri di antara Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT ke-48 ASEAN menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama dan menjaga stabilitas kawasan di tengah tantangan global yang dinamis. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.