Pematangsiantar, Sinata.id - Puasa Syawal menjadi salah satu ibadah sunah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan. Amalan ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan diyakini memiliki keutamaan besar sebagai penyempurna ibadah puasa wajib.
Wakil Direktur Wilayah Lembaga Dakwah dan Syiar Islam BKPRMI Kalimantan Tengah, Ustaz Marjuki, menjelaskan bahwa puasa Syawal memiliki nilai pahala yang istimewa. Hal ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa orang yang berpuasa Ramadan lalu melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa selama setahun penuh.
“Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Ini menunjukkan keberlanjutan ibadah setelah Ramadan,” ujar Ustaz Marjuki saat mengisi program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Palangka Raya.
Menurutnya, menjalankan puasa sunah ini juga mencerminkan keikhlasan dan kesungguhan seorang Muslim dalam beribadah. Tidak hanya berhenti di bulan Ramadan, umat Islam diajak untuk terus menjaga kualitas ibadah di bulan-bulan berikutnya.
Selain itu, puasa Syawal berperan penting dalam melatih kedisiplinan dan konsistensi dalam beribadah. Kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan diharapkan dapat terus dipertahankan melalui amalan ini.
Lebih lanjut, Ustaz Marjuki menekankan bahwa puasa Syawal bukan hanya soal meraih pahala, tetapi juga membentuk karakter yang lebih baik. Dengan menjalankannya, umat Islam diharapkan mampu menjaga semangat spiritual, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran agama.
Puasa Syawal menjadi pengingat bahwa Ramadan bukanlah akhir dari ibadah, melainkan awal untuk menjaga istiqamah sepanjang tahun.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.