Apalagi konflik Timur Tengah saat ini sudah berlangsung lebih dari dua minggu dan telah menyebabkan volatilitas tajam di pasar energi.
Kekhawatiran tidak hanya berhenti di Pulau Kharg.
Iran sebelumnya juga mengisyaratkan kemungkinan langkah balasan, termasuk ancaman terhadap jalur pelayaran energi di Selat Hormuz, salah satu chokepoint minyak paling penting di dunia.
Jika jalur ini terganggu, dampaknya bisa sangat luas karena sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melewati rute tersebut.
Dalam situasi seperti itu, pasar energi global akan menghadapi tekanan ganda: gangguan pasokan sekaligus lonjakan premi risiko geopolitik. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.