Video tersebut memicu reaksi keras dari warganet. Banyak komentar bernada pedas bermunculan. “Kacau, kacau, paling gara-gara judol atau pinjol,” tulis seorang netizen.
“Sehina itu,” cibir akun lain.
Ada juga yang menyindir, “Harus lapor ke hansip dulu ini?”
Unggahan itu semakin memperburuk citra polisi, karena publik merasa dikhianati oleh oknum yang seharusnya menjaga hukum.
Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi membenarkan insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaku memang anggota Polri aktif. “Kasus ini sedang kami tangani. Pelaku sudah ditetapkan tersangka,” ujarnya.
Sementara Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menambahkan, aksi IWS murni perbuatan pribadi. “Kami menyesalkan tindakan ini. Institusi Polri tidak mentolerir. Pelaku akan diproses hukum dan juga menjalani sidang etik internal,” tegasnya.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa kalung emas, dua kalung mainan, tongkat T, pakaian berlogo Polsek Baturiti, serta motor Honda Revo yang digunakan saat kabur.
IWS resmi dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.
Utang dan Gaya Hidup
Menurut pengakuan awal, pelaku mengaku terlilit banyak utang. Kapolres Buleleng menyebut, “Mungkin karena gaya hidup juga, sehingga nekat melakukan tindakan kriminal.”
Saat ini polisi masih mendalami keterangan tersebut untuk memastikan latar belakang kasus.
Korban yang sempat dipukul kini dalam perawatan. Kapolres Tabanan menyatakan sudah mendatangi keluarga korban untuk meminta maaf secara langsung. Polri berjanji menanggung biaya pengobatan dan mengganti kerugian.
“Korban akan kami rawat sampai pulih. Semua kerugian diganti agar ia bisa beraktivitas normal kembali,” ujar Kapolres.
Kisah ini menjadi ironi. Seorang polisi dengan seragam cokelat, yang seharusnya melindungi rakyat, justru berpura-pura membeli tomat hanya untuk menjambret kalung emas seorang pedagang kecil.
Modus “pura-pura beli tomat” kini menjadi simbol betapa rendahnya kepercayaan publik jika aparat sendiri bisa berubah menjadi pelaku kejahatan.
Dan yang lebih memalukan, aksi itu gagal total, berakhir dengan tabrakan mobil, tangan terikat tali, serta video viral yang tersebar luas. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.