MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Purbaya Buka Suara! Anggaran Makan Bergizi Gratis Masih Bisa Dipangkas...
WA FB
News

Purbaya Buka Suara! Anggaran Makan Bergizi Gratis Masih Bisa Dipangkas Lagi

T Editor : Tigor Munthe | 06 Jun 2026 | 21:06 WIB
Purbaya Buka Suara! Anggaran Makan Bergizi Gratis Masih Bisa Dipangkas Lagi
Menkeu Purbaya. (Foto: Ist)

JAKARTA, Sinata.id  – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih memiliki ruang untuk disesuaikan sesuai kebutuhan pelaksanaan dan kondisi fiskal negara.

Menurut Purbaya, program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut sejak awal dirancang secara fleksibel sehingga memungkinkan dilakukan pengaturan maupun efisiensi anggaran apabila diperlukan.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keputusan terkait kemungkinan pemangkasan lanjutan anggaran MBG perlu dibahas terlebih dahulu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang.

“Kalau saya enggak tahu, kan tergantung Ketua BGN-nya. Kalau yang ketua yang baru bilang dulu sebelum jadi ketua, dia bilang bisa diatur, kita lihat seperti apa, saya belum ketemu dengan beliau ya,” ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Sabtu (6/6/2026).

Purbaya menjelaskan, fleksibilitas menjadi salah satu karakter utama program MBG agar pemerintah dapat melakukan penyesuaian ketika kondisi anggaran maupun kebutuhan di lapangan berubah. “Itu kan program itu fleksibel, MBG kan fleksibel. Lihat sendiri kan, Presiden amat fleksibel, dimana ketika diperlukan efisiensi, efisiensi dilakukan,” katanya. Menurut dia, ruang penyesuaian tersebut penting untuk memastikan program tetap berjalan efektif tanpa mengganggu kesehatan fiskal negara.

Pemerintah, kata Purbaya, berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan program sosial dan pengelolaan anggaran yang prudent.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga membantah anggapan bahwa program MBG menjadi sumber kekhawatiran lembaga pemeringkat internasional terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Berdasarkan komunikasi terakhirnya dengan S&P Global Ratings, perhatian lembaga tersebut lebih tertuju pada sentimen negatif yang berkembang di pasar keuangan dibandingkan dampak program MBG terhadap fiskal negara.

“Waktu saya ketemu S&P terakhir, dia tidak meributkan itu sebetulnya, cuma dia meributkan sentimen, mempertanyakan atau mengkhawatirkan sentimen negatif yang ada di market, itu saja,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah memangkas alokasi anggaran MBG tahun 2026 dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Pengurangan anggaran dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi dan perbaikan tata kelola program.

Purbaya menyebut langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo agar penggunaan anggaran Badan Gizi Nasional menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.