Rusia, Sinata.id - Presiden Rusia, Vladimir Putin memerintahkan aksi balasan setelah serangan drone Ukraina menghantam sebuah asrama perguruan tinggi di Kota Starobilsk, wilayah Luhansk yang diduduki Rusia.
Pemerintah Rusia menyebut serangan yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) itu menewaskan sedikitnya 12 orang. Moskow mengklaim sebagian korban merupakan anak-anak.
Putin mengecam serangan tersebut sebagai aksi “teroris” dan meminta Kementerian Pertahanan Rusia menyiapkan langkah respons terhadap Ukraina.
Kantor berita pemerintah Rusia, Tass, melaporkan sembilan orang lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan setelah serangan drone tersebut.
Namun, pihak Ukraina membantah tuduhan Rusia. Militer Ukraina menyatakan mereka hanya menargetkan fasilitas militer dan menuding media Rusia menyebarkan informasi manipulatif terkait lokasi serangan.
Menurut militer Ukraina, salah satu target yang diserang di wilayah Starobilsk adalah markas unit “Rubicon”, pasukan elite teknologi drone milik Rusia.
Unit Rubicon Center for Advanced Unmanned Technologies dikenal sebagai pusat pengembangan teknologi drone dan sistem penargetan militer Rusia sejak dibentuk pada 2024.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina memang meningkatkan serangan drone jarak jauh ke wilayah pendudukan Rusia maupun fasilitas militer di dalam negeri Rusia.
Sebelumnya, Ukraina mengklaim telah menyerang kamp pelatihan pilot drone Rusia di Snizhne, wilayah pendudukan Donetsk, yang disebut menewaskan sedikitnya 65 kadet dan seorang instruktur.
Komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina, Robert Brovdi mengatakan kompleks seluas 2.484 meter persegi itu digunakan sebagai pusat komando sekaligus penyimpanan drone dan bahan peledak.
Selain itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mengklaim pasukannya menyerang markas dinas keamanan Rusia serta sistem pertahanan udara di wilayah Kherson yang diduduki Rusia.
Zelensky menyebut hampir 100 personel Rusia tewas maupun terluka dalam serangan tersebut, meski klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Pada Sabtu (23/5/2026), Zelensky kembali menyatakan bahwa dinas keamanan Ukraina berhasil menyerang salah satu fasilitas industri militer penting Rusia yang berada sekitar 1.700 kilometer di dalam wilayah Rusia.
Target tersebut disebut merupakan pabrik kimia di Perm Krai yang memproduksi berbagai kebutuhan untuk militer Rusia. Zelensky turut mengunggah video yang memperlihatkan asap tebal membumbung dari fasilitas tersebut. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.