MENU
Raja Eropa Tetap PSG: Arsenal Gagal Juara Setelah Drama 120 Menit
WA FB
Berita

Raja Eropa Tetap PSG: Arsenal Gagal Juara Setelah Drama 120 Menit

T Editor : Tigor Munthe | 31 May 2026 | 11:01 WIB
Raja Eropa Tetap PSG: Arsenal Gagal Juara Setelah Drama 120 Menit
PSG juara Liga Champions 2025/2026. (Foto: ESPN)

BUDAPEST, Sinata.id  – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Liga Champions UEFA setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3 dalam partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.

Laga puncak yang mempertemukan juara bertahan PSG dan kampiun Liga Inggris Arsenal itu berakhir imbang 1-1 selama 120 menit pertandingan sebelum ditentukan lewat drama adu penalti.

Arsenal tampil mengejutkan dengan membuka keunggulan cepat pada menit keenam melalui Kai Havertz. Gol tersebut membuat The Gunners memilih bermain lebih defensif sambil berusaha meredam dominasi PSG.

Namun, tim asuhan Luis Enrique perlahan mengambil alih jalannya pertandingan. Penguasaan bola mencapai 74 persen menjadi bukti dominasi wakil Prancis tersebut. PSG juga mencatatkan 21 tembakan berbanding tujuh milik Arsenal.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua saat Ousmane Dembele sukses mengeksekusi penalti untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Meski terus mengurung pertahanan Arsenal hingga babak tambahan waktu, PSG gagal mencetak gol kemenangan sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak tos-tosan, Eberechi Eze menjadi penendang Arsenal pertama yang gagal setelah sepakannya melebar. Kiper Arsenal David Raya sempat memberi harapan dengan menggagalkan tendangan Nuno Mendes, namun Gabriel Magalhaes kemudian gagal memanfaatkan kesempatan setelah tendangannya melambung di atas mistar.

PSG akhirnya memastikan kemenangan 4-3 setelah seluruh penendang berikutnya menjalankan tugas dengan sempurna.

Keberhasilan ini membuat PSG menjadi tim kedua setelah Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions sejak format kompetisi berubah pada 1992.

Pelatih PSG, Luis Enrique, juga semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pelatih terbaik Eropa. Gelar ini merupakan trofi Liga Champions ketiganya sebagai pelatih setelah sebelumnya meraih kesuksesan bersama Barcelona pada 2015 dan PSG pada musim lalu.

Di sisi lain, Arsenal harus kembali menunda mimpi meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Meski tampil disiplin dan hanya kebobolan tujuh gol sepanjang kompetisi musim ini, tim asuhan Mikel Arteta gagal menuntaskan perjuangan mereka di laga final.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.