Bandung, Sinata.id – Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, meminta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat memastikan pasokan listrik tetap stabil, terutama di kawasan yang terdampak bencana alam.
Penegasan tersebut disampaikannya saat melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program elektrifikasi nasional di Jawa Barat.
Irsan mengungkapkan, perhatian terhadap keandalan listrik menjadi semakin krusial menjelang dan selama bulan Ramadan. Ia menyoroti kondisi masyarakat terdampak bencana yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dan sangat bergantung pada suplai listrik untuk kebutuhan dasar maupun ibadah.
“Saya sudah berkoordinasi dengan PLN di daerah agar selama Ramadan tidak terjadi pemadaman, khususnya di lokasi pengungsian. Saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana harus tetap mendapatkan dukungan listrik yang memadai,” ujarnya di Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, kelompok rentan seperti pengungsi membutuhkan perlindungan ekstra dari negara. Ketersediaan listrik dinilai bukan sekadar layanan teknis, melainkan bagian dari jaminan kenyamanan dan keamanan, terlebih saat menjalankan ibadah puasa.
Ia pun mengapresiasi langkah cepat pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah menyalurkan bantuan genset ke sejumlah titik terdampak. Bantuan tersebut dinilai membantu menjaga suplai energi sementara waktu.
“Bantuan genset dari Kementerian ESDM sudah diterima masyarakat. Harapan kita, di bulan suci ini para pengungsi tetap bisa beribadah dengan tenang tanpa terganggu pemadaman listrik,” katanya.
Soroti Geotermal Jabar
Dalam kunjungan yang sama, Irsan juga menyinggung potensi energi panas bumi di Jawa Barat yang dikenal melimpah dan menjadi salah satu tulang punggung transisi energi nasional. Ia menyebut pengembangan geotermal harus dilakukan secara terukur dan tidak sembarangan.
Menurutnya, eksplorasi panas bumi memiliki karakteristik berbiaya tinggi dan berisiko besar, serupa dengan eksplorasi minyak dan gas. Karena itu, proyek-proyek tersebut hanya layak digarap oleh perusahaan yang memiliki kapasitas teknis dan pengalaman memadai.
Ia mencontohkan kiprah Star Energy Geothermal yang telah membuktikan produktivitasnya serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
“Ke depan, perusahaan yang ingin mengembangkan potensi geothermal harus benar-benar kompetitif dan selaras dengan rencana jaringan transmisi yang disiapkan PLN,” tegas politisi dari Partai NasDem tersebut.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.