Jakarta, Sinata.id - Air sisa cucian beras yang selama ini kerap dibuang ternyata tengah menjadi perbincangan di kalangan pecinta perawatan rambut. Cairan berwarna putih keruh tersebut kini banyak dimanfaatkan sebagai alternatif perawatan alami untuk membantu menjaga kesehatan dan menunjang pertumbuhan rambut.
Tren penggunaan air beras tidak muncul tanpa dasar. Praktik ini disebut terinspirasi dari tradisi perempuan Jepang pada era Heian (794–1185) yang dikenal memiliki rambut sangat panjang. Mereka diyakini rutin menggunakan air rendaman beras sebagai bagian dari perawatan rambut sehari-hari.
Air beras merupakan cairan hasil pencucian atau perendaman beras. Warna yang semakin keruh menandakan kandungan nutrisi yang larut di dalamnya semakin tinggi.
Sejumlah ahli menyebutkan, air ini mengandung mineral seperti magnesium, mangan, dan zinc, serta vitamin B dan E yang berperan dalam menjaga kondisi rambut dan kulit kepala.
Dari sisi manfaat, kandungan asam amino dalam air beras diketahui membantu memperkuat akar rambut serta mendukung proses regenerasi sel, yang berkaitan dengan pertumbuhan rambut. Selain itu, vitamin B, C, dan E berkontribusi dalam merangsang pertumbuhan rambut baru.
Tak hanya itu, air beras juga mengandung inositol, senyawa karbohidrat alami yang bersifat antioksidan. Zat ini berfungsi memperbaiki rambut yang rusak sekaligus melindungi dari kerusakan lanjutan.
Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan air beras berpotensi digunakan pada berbagai jenis rambut, baik alami, diwarnai, maupun yang mulai menipis.
Meski tidak memberikan hasil instan, penggunaan air beras dapat menunjukkan efek awal berupa rambut yang tampak lebih tebal dan berkilau. Kandungan pati dan protein di dalamnya bekerja melapisi batang rambut sehingga memberikan perlindungan tambahan.
Penggunaan rutin juga disebut dapat membantu menguatkan kutikula rambut, membuat teksturnya lebih lembut, serta mengurangi risiko ujung bercabang.
Dalam praktiknya, air beras cukup mudah dibuat di rumah. Beras direndam dalam air bersih selama sekitar 30 menit, kemudian disaring.
Air hasil rendaman tersebut digunakan sebagai bilasan terakhir setelah keramas, didiamkan beberapa menit, lalu dibilas kembali dengan air bersih.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.