Sinata.id - Upaya perlindungan satwa liar kembali mendapat ancaman serius. Petugas Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, menemukan ranjau paku yang sengaja ditebar di dalam kawasan hutan lindung.
Temuan itu terjadi di jalur yang selama ini kerap dilalui gajah Sumatera serta kendaraan patroli petugas konservasi.
Ranjau paku tersebut bukan hanya membahayakan keselamatan satwa dilindungi, tetapi juga mengancam nyawa petugas yang setiap hari berjibaku menjaga kawasan taman nasional.
Petugas menduga kuat, pemasangan ranjau dilakukan secara sengaja sebagai bentuk sabotase.
Indikasinya jelas, paku-paku tajam diletakkan tepat di jalur patroli, lokasi yang strategis dan rawan dilintasi gajah maupun kendaraan operasional.
Fakta ini bukan kali pertama terjadi.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram Balai TNTN, pihak pengelola taman nasional menyebut praktik serupa sudah berulang kali ditemukan dan dinilai sebagai ancaman nyata terhadap kelestarian ekosistem.
“Ranjau paku kami temukan di jalur patroli. Ini sangat berbahaya,” ungkap salah seorang petugas dalam unggahan yang dipublikasikan, dikutip Rabu (17/12/2025).
Ia menegaskan, tindakan tersebut merupakan sabotase terhadap upaya perlindungan lingkungan.
Padahal, menurut petugas, seluruh aktivitas patroli semata-mata dilakukan untuk menjaga hutan dan satwa agar tetap lestari.
Balai TNTN juga menggambarkan beratnya tantangan di lapangan.
Dalam setiap patroli, polisi hutan kerap menemukan berbagai bentuk gangguan, mulai dari perusakan jalur hingga pemasangan ranjau paku.
“Risikonya besar. Bukan hanya bisa merusak kendaraan, tapi juga membahayakan petugas dan satwa,” tulis pihak taman nasional.
Ancaman terhadap hutan Sumatera dinilai semakin nyata, terlebih setelah rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025.
Kerusakan hutan akibat pembalakan dan perambahan ilegal disebut sebagai salah satu faktor utama yang memperparah dampak bencana.
Tak hanya memicu banjir dan longsor, perusakan hutan juga membuat satwa liar kehilangan habitat alaminya.
Gajah Sumatera, yang selama ini bergantung pada kawasan Tesso Nilo, menjadi salah satu spesies paling rentan terdampak.
Di tengah tekanan tersebut, petugas TNTN menegaskan komitmennya untuk terus memulihkan kawasan hutan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.