MENU
Ratusan Warga Dairi Tuntut Penutupan PT Gruti, Tuding Perusahaan Rusak...
WA FB
Regional

Ratusan Warga Dairi Tuntut Penutupan PT Gruti, Tuding Perusahaan Rusak Hutan Parbuluan

T Editor : Tumpal Pandapotan | 19 Sep 2025 | 21:25 WIB
Ratusan Warga Dairi Tuntut Penutupan PT Gruti, Tuding Perusahaan Rusak Hutan Parbuluan
Bupati Dairi Janji Kawal Tuntutan Warga soal Dugaan Perusakan Hutan oleh PT Gruti. (dok Pemkab Dairi)

Dairi, Sinata.id – Ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, menggelar aksi damai menolak keberadaan PT Gunung Raya Timber (PT Gruti) pada Kamis (18/9/2025). Mereka menuding perusahaan tersebut telah merusak kawasan hutan dan menggantinya dengan perkebunan kopi.

Sejak pagi, massa dari Desa Parbuluan VI, Desa Sileuleu Parsaoran, dan desa-desa sekitar konsesi PT Gruti berkonvoi menggunakan mobil bak terbuka dan sepeda motor menuju lokasi aksi. Dalam orasinya, warga menyerukan agar pemerintah segera menutup PT Gruti yang dinilai mengancam lingkungan hidup.

Massa menegaskan, aktivitas perusahaan itu telah menyebabkan penggundulan hutan di wilayah tangkapan air Danau Toba, sehingga berpotensi merugikan masyarakat luas.

Bupati Dairi Vickner Sinaga bersama Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, serta Asisten Perekonomian Jonny Hutasoit hadir menemui massa. Vickner menegaskan pihaknya akan selalu mendampingi masyarakat dan mengambil langkah sesuai kewenangan.

"Kita ikuti aturan hukum yang ada. Tapi apa yang bisa saya lakukan, akan saya lakukan. Yang pasti ini harus kita selesaikan," ujar Vickner.

Ia mengungkapkan telah mengirim surat kepada kementerian terkait agar tidak ada lagi aktivitas penebangan hutan di kawasan Parbuluan VI dan sekitarnya.

"Minggu lalu saya sudah bersurat ke kementerian agar tidak ada lagi penebangan pohon di kawasan ini. Persoalan ini akan saya dampingi, saya bersama warga saya. Tidak boleh ada warga saya yang kehilangan hak dasarnya yaitu soal air karena pihak tertentu," tegasnya.

Selain itu, Vickner menyampaikan akan memerintahkan Inspektorat mengaudit Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang disebut-sebut bermasalah, serta meminta camat melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Pemkab Dairi, DPRD, dan Polres Dairi bersama masyarakat, mari kita tunjuk pihak yang berkompeten dan independen untuk melakukan cek lapangan,” tambahnya.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam dengan mengedepankan semangat gotong royong dan program penghijauan yang telah dijalankan pemerintah.

"Marilah kita kembali merawat bumi ini, mengembalikan kelestarian alam seperti sedia kala," katanya.

Tuntutan Warga

Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.