Tampak wisatawan cukup menikmati alam Kebun Teh Bah Butong. Sebagian dari mereka menikmatinya dengan mengendarai ATV yang mereka sewa dari penyedia. Sebagian lainnya, ada yang menggelar tikar dan berselfie ria. "Maunya janganlah diganti ke sawit," rengek wisatawan perempuan lainnya.
Hal senada disampaikan pedagang es keliling. Pria paru baya ini juga menolak konversi kebun teh menjadi kebun kelapa sawit. Menurutnya, bila konversi dilakukan, maka wisatawan tidak akan ada yang datang ke Bah Butong. "Kalau wisatawan gak ada, ya gak laku lah jualanku," katanya.
PTPN IV Terkesan Tidak Peduli Dengan Penolakan
Meski warga dengan kuat menyuarakan penolakan, namun tetap saja PTPN terkesan tidak peduli, dengan tetap melakukan konversi kebun teh ke kelapa sawit. Seperti di Afdeling III Kebun Bah Butong, sebut warga sekitar, bahwa sekira 4 atau 5 tahun yang lalu, telah diganti dengan tanaman sawit.
Disebut sejumlah warga yang sedang nongkrong pada salah satu warung kopi di Afdeling III Kebun Bah Butong, bahwa luas kawasan Afdeling III sekira 350 hektar. Sedangkan lahan yang telah diganti ke tanaman kelapa sawit, diperkirakan sekitar 50 hektar.
Sedangkan di kawasan Afdeling VI, hari ini Kamis 10 Juli 2025, alat berat sedang beroperasi untuk mencabut batang pohon teh, yang nantinya akan ditanami dengan bibit pohon kelapa sawit.
Hal itu dibenarkan Kepala Nagori Bah Biak Indra Syaputra Sinaga. Katanya, lahan di Afdeling VI Kebun Bah Butong sedang dikorek untuk ditanami dengan bibit pohon kelapa sawit. ia tambahkan, Afdeling VI Kebun Bah Butong masih berada di wilayah Nagori Bah Biak. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.