MENU
Renungan Kristen Akhir Tahun: Masa Depan yang Baru Menurut Yesaya 48:3...
WA FB
Religi

Renungan Kristen Akhir Tahun: Masa Depan yang Baru Menurut Yesaya 48:3 Menyongsong Tahun 2026

F Editor : Ferry SP Sinamo | 29 Dec 2025 | 12:36 WIB
Renungan Kristen Akhir Tahun: Masa Depan yang Baru Menurut Yesaya 48:3 Menyongsong Tahun 2026
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH

Oleh : Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH

SARAPAN PAGI KRISTEN Dukung dalam Doa dan Dana untuk Penginjilan TF Bank Mandiri 1050014929610.

Yesaya 48:3 “Hal-hal yang terjadi di masa yang lampau telah Kuberitahukan dari sejak dahulu; Aku telah mengucapkannya dan telah mengabarkannya. Kemudian dengan sekonyong-konyong Aku melaksanakannya juga, dan semuanya itu sudah menjadi kenyataan.”

MASA DEPAN YANG BARU

Umat Tuhan yang menantikan tahun baru, renungan pagi ini mengajak kita untuk menoleh ke belakang, mengingat perjalanan hidup yang telah kita lalui sepanjang tahun 2025, tahun yang sebentar lagi akan kita tinggalkan untuk memasuki tahun yang baru, 2026.

Sesungguhnya, sebelum kita memasuki tahun 2025 yang lalu, Tuhan telah lebih dahulu berbicara. Demikian juga hari ini, Tuhan kembali menyatakan kehendak-Nya tentang masa depan yang akan kita jalani.

Firman Tuhan menegaskan bahwa tidak ada satu peristiwa pun yang terjadi secara kebetulan. Apa yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan terjadi, semuanya berada dalam rencana dan pengetahuan Tuhan.

Saudara-saudari pecinta Sarapan Pagi Kristen, percayalah bahwa Tuhan senantiasa mengingatkan kita tentang hari esok dan masa depan yang akan kita lalui. Namun sering kali, karena kita tidak hidup dalam kekudusan hari demi hari, suara Tuhan menjadi samar dan tidak lagi kita dengar dengan jelas.

Akibatnya, peringatan Tuhan tentang apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita tinggalkan tidak kita pahami, sehingga rencana Tuhan bagi masa depan kita tidak terwujud sebagaimana yang Dia kehendaki.

Tuhan rindu agar kita menutup tahun 2025 ini dengan  kesaksian iman yang jujur, berkata: “Aku telah menerima apa yang Tuhan janjikan dan harapkan bagiku ketika aku memasuki tahun ini.”

Firman Tuhan mengingatkan: “Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang itu pun dijadikan Allah seperti hari mujur.”

(Pengkhotbah 7:14) Tentang apa yang sering disebut sebagai “nasib”, Firman Tuhan menegaskan bahwa bagi orang percaya, tidak ada istilah nasib.

Segala sesuatu terjadi karena kasih karunia Tuhan.

Tidak ada yang lahir semata-mata dari usaha manusia, dan tidak ada yang datang karena kebetulan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.