MENU
Renungan Kristen Awal Tahun 2026: Tuhan Meneguhkan Rencana yang Berasa...
WA FB
Religi

Renungan Kristen Awal Tahun 2026: Tuhan Meneguhkan Rencana yang Berasal dari-Nya

F Editor : Ferry SP Sinamo | 02 Jan 2026 | 12:17 WIB
Renungan Kristen Awal Tahun 2026: Tuhan Meneguhkan Rencana yang Berasal dari-Nya
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede,MH Memasuki awal Tahun Baru 2026, umat Kristiani diajak untuk kembali merefleksikan makna rencana hidup di hadapan Tuhan.

Firman Tuhan dalam Ayub 42:2 menegaskan bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada satu pun rencana-Nya yang gagal.

Momentum pergantian tahun menjadi waktu yang tepat untuk menaikkan ucapan syukur atas pemeliharaan Tuhan sepanjang tahun 2025.

Berbagai pengalaman hidup—mulai dari pemulihan kesehatan, kelepasan dari bahaya, hingga kelegaan hati dari kecemasan—menjadi kesaksian nyata akan kasih dan kuasa Tuhan, sebagaimana tertulis dalam Mazmur 103:4 serta 1 Petrus 5:7 dan Mazmur 55:23. Dalam renungan awal tahun ini, umat diingatkan bahwa tidak semua rencana manusia berkenan di hadapan Tuhan.

Alkitab mencatat bagaimana rencana manusia yang dilandasi kesombongan dan kejahatan berujung pada kegagalan.

Kisah pembangunan Menara Babel (Kejadian 11:1–9) menjadi contoh bagaimana Tuhan menggagalkan rencana yang tidak melibatkan kehendak-Nya. Hal serupa juga terlihat dalam peristiwa Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:1–11), ketika kebohongan yang direncanakan membawa konsekuensi fatal.

Peristiwa tersebut menjadi peringatan bahwa rencana yang tidak jujur dan melanggar kebenaran Tuhan akan berakhir pada kehancuran. Sebaliknya, Alkitab menunjukkan bahwa rencana yang disertai ketaatan kepada Tuhan akan membawa keberhasilan.

Daud menjadi teladan pemimpin yang setiap langkah hidupnya berhasil karena ia berjalan dalam penyertaan Tuhan, sebagaimana dicatat dalam 1 Samuel 18:14. Umat juga diingatkan bahwa rencana yang diawali dengan pelanggaran terhadap perintah Tuhan tidak akan berbuah baik. Peringatan ini disampaikan melalui kisah bangsa Israel dalam Bilangan 14:39–45, serta teguran dalam Yesaya 29:15 tentang kesia-siaan rencana yang disembunyikan dari Tuhan.

Melalui renungan ini, umat Kristiani diajak untuk memperbarui setiap rencana hidup di Tahun 2026, mengarahkannya kepada kebaikan, kejujuran, dan kasih kepada sesama. Rencana yang selaras dengan kehendak Tuhan diyakini akan membawa damai sejahtera dan keberhasilan yang sejati.

Sebagai penutup, pelayanan Prison Hospital Crusade Daniel Pardede Ministry melalui program Sarapan Pagi Kristen di YouTube terus mengajak jemaat untuk mendukung pelayanan penginjilan melalui doa dan dukungan dana, sebagai bagian dari panggilan iman untuk memberkati sesama.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.