Oleh : Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH
Mazmur 23:1–6 merupakan salah satu bagian Alkitab yang paling dikenal dan sering menjadi sumber penguatan iman bagi umat Kristen. Dalam perikop ini, Daud menggambarkan Tuhan sebagai Gembala yang setia memelihara, menuntun, dan menjaga umat-Nya dalam setiap musim kehidupan.
Ungkapan “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” menegaskan keyakinan bahwa hidup orang percaya berada dalam pemeliharaan Allah sepenuhnya. Sebagai Gembala yang baik, Tuhan menyediakan kebutuhan dasar umat-Nya, memberi ketenangan, serta menyegarkan jiwa yang letih.
Gambaran padang rumput hijau dan air yang tenang mencerminkan pemulihan dan damai sejahtera yang berasal dari penyertaan Tuhan.
Mazmur ini juga menekankan bahwa penyertaan Tuhan tidak berhenti saat manusia berada dalam kondisi nyaman.
Ketika seseorang harus berjalan di lembah kekelaman, ancaman dan ketakutan tidak lagi menjadi hal yang dominan, sebab Tuhan hadir dengan gada dan tongkat-Nya sebagai lambang perlindungan dan penghiburan. Kehadiran Tuhan menjadi jaminan keselamatan, bahkan di tengah situasi paling sulit sekalipun.
Lebih lanjut, Daud menyatakan bahwa Tuhan menyediakan hidangan di hadapan lawan, mengurapi kepala dengan minyak, dan membuat piala kehidupan melimpah. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan dan berkat Tuhan tidak ditentukan oleh situasi eksternal, melainkan oleh kasih karunia-Nya. Kebajikan dan kemurahan Tuhan digambarkan akan terus menyertai umat-Nya sepanjang hidup.
Dalam perspektif iman Kristen, Tuhan sebagai Gembala yang baik juga mendidik umat-Nya.
Disiplin, teguran, bahkan penderitaan diizinkan terjadi bukan untuk membinasakan, melainkan untuk membentuk karakter dan membawa pertumbuhan rohani. Sebagaimana diajarkan dalam Yohanes 15:2, ranting yang berbuah akan dibersihkan agar menghasilkan buah yang lebih banyak.
Melalui Mazmur 23, umat percaya diajak untuk tetap berserah dan setia, baik dalam kelimpahan maupun dalam penderitaan. Keyakinan bahwa Tuhan adalah Gembala yang baik memberi harapan bahwa setiap proses kehidupan berada dalam rencana-Nya.
Dengan iman dan ketekunan, umat Kristen dipanggil untuk terus berjalan bersama Tuhan, menantikan penggenapan janji-Nya hingga masa yang akan datang. Shalom. (A27).
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.