Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH
Mazmur 26:2–3 menjadi dasar refleksi iman tentang pentingnya menjaga kemurnian batin dan hati di hadapan Tuhan.
Pemazmur dengan keyakinan penuh berseru, “Ujilah aku, ya Tuhan, cobalah aku Tuhan, selidikilah batinku dan hatiku; sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” Pernyataan ini mencerminkan keberanian iman yang lahir dari kehidupan yang selaras dengan kehendak dan perintah Tuhan.
Pemazmur tidak berbicara dalam kesombongan rohani, melainkan dalam kejujuran iman. Ia berani membuka batin dan hati di hadapan Allah karena hidupnya diarahkan pada kasih setia Tuhan dan kebenaran-Nya.
Sikap ini menjadi teladan bagi setiap orang percaya untuk senantiasa hidup seturut Firman Tuhan dalam keseharian, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan.
Dalam kehidupan rohani, batin dan jiwa memiliki peran yang saling berkaitan. Batin melahirkan emosi dan perasaan, sementara jiwa membentuk rasio dan pikiran.
Keduanya harus berjalan seimbang dan searah. Ketika batin dan jiwa bertentangan, manusia mudah dilanda kegelisahan, ketakutan, kecemasan, keraguan, serta kehilangan damai sejahtera. Kondisi batin yang tidak selaras dengan jiwa dapat menggerogoti kualitas hidup dan menjauhkan seseorang dari ketenangan yang sejati di dalam Tuhan.
Oleh karena itu, Firman Tuhan mengingatkan agar setiap orang percaya menyerahkan seluruh hidupnya kepada Allah. Hidup dan mati bukanlah milik manusia semata, melainkan berada dalam kedaulatan Tuhan.
Rasul Paulus menegaskan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi 1:21), serta “Baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan” (Roma 14:8).
Pesan ini menegaskan bahwa iman Kristen tidak hanya berbicara tentang kehidupan di dunia, tetapi juga pengharapan kekal bersama Tuhan.
Dengan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya, orang percaya dipanggil untuk hidup dalam kebenaran, menjaga kemurnian batin dan hati, serta tetap berpegang teguh pada Firman Tuhan dalam segala keadaan.
Shalom, selamat menjalani aktivitas hari ini. Kiranya Tuhan memberkati.
batin dan hati di hadapan Tuhan, membiarkan Dia menyelidiki, memurnikan, dan menuntun langkah hidup kita. Hidup yang diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan akan menghasilkan damai sejahtera yang sejati, kekuatan dalam menghadapi pergumulan, serta pengharapan yang teguh, baik dalam hidup maupun dalam kematian.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.