MENU
Renungan Pagi Kristen: Bahaya Sikap Mencari Muka dan Pentingnya Mengan...
WA FB
Religi

Renungan Pagi Kristen: Bahaya Sikap Mencari Muka dan Pentingnya Mengandalkan Tuhan

F Editor : Ferry SP Sinamo | 28 Nov 2025 | 05:00 WIB
Renungan Pagi Kristen: Bahaya Sikap Mencari Muka dan Pentingnya Mengandalkan Tuhan
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Pdt Mis.Ev Daniel Pardede, MH Amsal 29:26 "Banyak orang mencari muka kepada pemerintah, tetapi dari Tuhan orang menerima keadilan."

Sikap mencari muka kepada manusia—khususnya kepada orang berpengaruh—adalah tindakan yang tidak bijaksana. Perilaku ini mudah dikenali sebagai bentuk ketidakjujuran, dan sering menimbulkan ketidaksenangan bagi orang yang menjadi sasaran. Dalam banyak kasus, mereka yang mendekat hanya untuk memperoleh keuntungan pribadi akan pergi ketika orang tersebut tidak lagi memiliki jabatan atau kekuasaan.

Fenomena ini terlihat ketika seseorang yang memegang posisi penting dikelilingi banyak orang demi meraih jabatan, kedudukan, atau kenaikan pangkat. Pujian berlebihan yang diberikan tidak lahir dari ketulusan, melainkan dari niat memperoleh keuntungan. Namun, ketika jabatan itu berakhir, para pencari muka pun menghilang dan beralih kepada sosok lain yang lebih berpengaruh.

Yesus Kristus memberikan teladan yang berbeda. Dalam Markus 12:14, bahkan orang yang menentang-Nya mengakui bahwa Yesus bukan pencari muka, melainkan Guru yang jujur dan membawa damai, yang mengajarkan jalan Allah apa adanya.

Karena itu, Firman Tuhan menegur keras orang yang mengandalkan manusia atau tokoh yang sedang menanjak popularitasnya. Ketika ia jatuh, para pencari muka justru akan menyalahkannya, seperti bangsa yang dahulu mengandalkan Mesir tetapi kemudian ditinggalkan ketika Mesir runtuh (Yesaya 31:1).

Kitab Yesaya juga mengingatkan bahwa sering kali tidak ada orang yang mengajukan pengaduan berdasarkan kebenaran dan tidak ada yang menghakimi dengan teguh (Yesaya 59:4). Ini menggambarkan betapa rapuhnya keadilan ketika manusia menjadi sandaran.

Firman Tuhan mengingatkan kita dengan tegas:

“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, tetapi diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan.” (Yesaya 17:5,7)

Jangan mencari muka kepada manusia, sebab kuasa dan keadilan sejati hanya berasal dari Tuhan. Bersandarlah kepada-Nya, maka hidupmu akan tetap tegak meski dunia berubah.(A27).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.