MENU
Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Tegaskan Independensi...
WA FB
News

Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Tegaskan Independensi Bank Sentral

R Editor : Redaksi Sinata | 27 Jan 2026 | 16:32 WIB
Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Tegaskan Independensi Bank Sentral
Thomas Djiwandono resmi menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia dan menegaskan independensi bank sentral tetap dijaga di tengah sorotan publik dan pasar. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Babak baru kepemimpinan moneter nasional dimulai. Setelah disetujui parlemen, Thomas Djiwandono resmi melangkah ke kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Di tengah sorotan publik, Thomas langsung menyampaikan pesan kunci: independensi bank sentral adalah harga mati.

Pernyataan itu disampaikan usai rapat paripurna DPR RI yang mengesahkan pengangkatannya. Ia menegaskan, mandat BI untuk menjaga stabilitas moneter tidak boleh terdistorsi oleh kepentingan apa pun di luar koridor undang-undang.

Thomas menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal di tengah tekanan ekonomi global. Namun, ia memberi garis batas yang jelas: koordinasi tidak sama dengan intervensi.

“Koordinasi diperlukan, tetapi keputusan moneter tetap independen,” ujarnya singkat, menegaskan posisi BI sebagai otoritas yang otonom, dikutip Selasa (27/1/2026).

Pernyataan ini menjadi penegasan awal di tengah ekspektasi pasar dan publik agar BI tetap konsisten pada mandat stabilitas nilai tukar, inflasi, dan sistem keuangan.

Pengangkatan Thomas tak lepas dari atensi publik. Latar belakangnya di pemerintahan dan dinamika politik membuat independensi BI menjadi topik utama. Menjawab hal itu, Thomas memastikan seluruh proses telah ditempuh sesuai aturan—termasuk pemenuhan syarat netralitas sebelum uji kelayakan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi XI DPR RI atas proses fit and proper test yang, menurutnya, menguji komitmen, kapasitas, dan integritas calon pimpinan bank sentral.

Pengamat menilai, tantangan Thomas ke depan bukan sekadar pernyataan, melainkan pembuktian kebijakan. Stabilitas rupiah, konsistensi kebijakan suku bunga, dan komunikasi BI dengan pasar akan menjadi tolok ukur utama.

Thomas menyadari ekspektasi tersebut. Ia menyatakan akan bekerja kolektif bersama jajaran pimpinan BI untuk menjaga kredibilitas kebijakan, terutama di tengah volatilitas global dan kebutuhan pembiayaan pembangunan. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.