MENU
Ribuan WNI Nekat ke Kamboja Demi Gaji Tinggi, Meski Banyak yang Pulang...
WA FB
Dunia

Ribuan WNI Nekat ke Kamboja Demi Gaji Tinggi, Meski Banyak yang Pulang Tinggal Nama

R Editor : Redaksi Sinata | 22 Nov 2025 | 21:14 WIB
Ribuan WNI Nekat ke Kamboja Demi Gaji Tinggi, Meski Banyak yang Pulang Tinggal Nama
Gelombang WNI terus nekat berangkat ke Kamboja demi gaji belasan juta, meski banyak yang pulang tinggal nama. (Ilustrasi)

Lebih memilukan, keluarga tidak mampu menebus jenazah karena biaya pemulangan mencapai Rp50 juta.

Dody akhirnya dimakamkan di negara asing tanpa didampingi keluarga.

“Saya ikhlas tidak ikhlas. Tapi kalau tidak dimakamkan, anak saya terkatung-katung,” ujar sang ibu.

Kasus Meledak, 85% Terkait Penipuan Online

KBRI Phnom Penh mencatat lonjakan kasus yang makin mengkhawatirkan, 1.301 kasus WNI bermasalah hanya dalam tiga bulan pertama 2025, 85% terkait online scam, naik 174% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Operasi penertiban besar-besaran pemerintah Kamboja membuat ribuan WNI tersapu dalam razia. Banyak yang tertangkap tanpa membawa paspor karena disita perusahaan tempat mereka bekerja.

Di sisi lain, sebagian WNI justru menolak dipulangkan karena gaji yang menggiurkan.

Beberapa bahkan mengaku memperoleh bonus hingga Rp190 juta dari target penipuan.

Fenomena ini disebut Kemenlu sebagai “normalisasi kejahatan bermodus pekerjaan digital”, ketika anak muda berpendidikan tinggi memilih kriminalitas demi penghasilan tinggi.

Fenomena “Lapar Kerja”

Direktur Migrant Care, Wahyu Susilo, belum lama ini, menyebut maraknya keberangkatan ilegal ini sebagai “fenomena lapar kerja”, yakni kondisi dimana masyarakat begitu terdesak kebutuhan ekonomi hingga rela masuk ke lingkungan kerja berbahaya.

Sementara itu, Kemenlu memetakan wilayah asal terbanyak korban online scam, di antaranya adalah Sumatera Utara (terutama Medan), Sulawesi Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Bangka Belitung.

Mayoritas berangkat secara mandiri, tanpa izin kerja resmi, dan transit melalui Malaysia atau Thailand sebelum masuk Kamboja.

“Gelombang Baru Terus Berangkat”

Meski cerita tragis terus muncul, antrean WNI yang berharap kehidupan lebih baik masih memadati bandara ke arah Kamboja.

Tawaran gaji besar tetap menjadi candu bagi mereka yang putus asa mencari nafkah di dalam negeri.

Sementara itu, Kemenlu mengimbau agar masyarakat, untuk memverifikasi lowongan kerja, mengurus visa kerja yang sah, menandatangani kontrak di Indonesia, dan tidak tergiur tawaran online yang tidak dapat diverifikasi.

Gelombang WNI yang merantau ke Kamboja mungkin tidak akan surut dalam waktu dekat.

Selama ekonomi menekan dan gaji tinggi di luar negeri terus menggoda, risiko nyawa sekalipun kerap tak lagi dianggap ancaman. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.