Oleh : Pdr Manser Sagala, M.Th
Setiap orang percaya dipanggil untuk hidup dalam perubahan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Mengapa perlu diubahkan? Karena manusia telah jatuh dalam dosa, dan hanya Roh Kudus yang sanggup memurnikan hati manusia agar karakter Kristus terbentuk dalam hidupnya.
Pemurnian itu sering kali dilakukan Tuhan melalui api pencobaan. Namun, sebagaimana tertulis dalam *1 Korintus 10:13,* “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia, dan Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Tuhan Yesus sendiri tidak terhindar dari pencobaan. *Lukas 4:1-2* mencatat bahwa setelah dipenuhi Roh Kudus, Ia justru dibawa ke padang gurun untuk dicobai. Namun Yesus menaklukkan setiap pencobaan itu dengan Firman Tuhan yang dihidupkan oleh Roh Kudus. Dari situlah Ia keluar “dalam kuasa Roh Kudus” *(Lukas 4:14).*
Inilah prinsip penting bagi setiap orang percaya yang hidup dipenuhi Roh Kudus: menghadapi setiap persoalan hidup dengan Firman Tuhan yang diterangi oleh Roh Kudus.
Sering kali, firman yang dihidupkan oleh Roh Kudus tampak bertentangan dengan logika manusia. Contohnya: * *Janda di Sarfat* , yang sudah berkekurangan, justru disuruh memberi lebih dulu. * *Orang lumpuh,* yang belum sembuh, justru diperintahkan untuk berdiri dan mengangkat tilamnya.
Namun ketika mereka taat dengan iman, kuasa Tuhan dinyatakan secara luar biasa.
Sama seperti seorang guru yang memberi ujian bukan untuk menjatuhkan muridnya, melainkan agar muridnya memiliki dasar kuat menuju tingkat berikutnya, demikian pula Tuhan mengizinkan pencobaan agar kita bertumbuh dan berakar kuat dalam iman.
Jika kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus, pencobaan bisa menghancurkan kita. Tetapi bila kita hidup dalam pimpinan-Nya, pencobaan justru menjadi jalan menuju kemenangan.
Orang yang sungguh-sungguh penuh dengan Roh Kudus tidak memakai kuasa itu hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan: * Selalu ingin memenangkan jiwa bagi Tuhan, * Suka memperkatakan Firman Tuhan, dan * Gemar memberitakan kebaikan Tuhan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.