MENU
Rosatom Siapkan Pembangkit Nuklir di Bulan
WA FB
Berita

Rosatom Siapkan Pembangkit Nuklir di Bulan

T Editor : Tigor Munthe | 13 Apr 2026 | 07:42 WIB
Rosatom Siapkan Pembangkit Nuklir di Bulan
Pembangkit nuklir di bulan. (Foto: China Academy)

Moskow, Sinata.id — Rosatom mengungkap rencana ambisius membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan sebagai bagian dari ekspansi aktivitas industri luar angkasa.

Direktur Utama Rosatom, Alexey Likhachev, menyebut proyek tersebut tengah dikembangkan dengan kapasitas awal sekitar 10 kilowatt (kW), dengan target peningkatan hingga berkali lipat guna menopang aktivitas industri di Bulan.

Proyek ini akan digarap bersama badan antariksa Rusia, Roscosmos, dan menjadi bagian dari rencana besar pembangunan basis permanen di Bulan.

Rusia bahkan menargetkan fasilitas energi ini dapat beroperasi sekitar tahun 2035–2036 untuk mendukung stasiun riset bersama dengan China.

Ambisi Rusia bukan satu-satunya. Sejumlah negara besar juga tengah mengembangkan teknologi pembangkit nuklir untuk Bulan, menandai babak baru “perlombaan luar angkasa”.

1.Amerika Serikat (NASA)

NASA menjadi salah satu yang paling maju dalam proyek ini. Badan tersebut menargetkan pembangunan reaktor nuklir di Bulan pada sekitar tahun 2030 sebagai bagian dari program Artemis.

Reaktor ini dirancang untuk menyediakan listrik stabil bagi pangkalan manusia di Bulan, terutama saat malam lunar yang bisa berlangsung hingga dua minggu tanpa sinar matahari.

Bahkan dalam rencana terbaru, AS ingin menjadikan energi nuklir sebagai fondasi untuk basis permanen di Bulan.

2.China (bersama Rusia)

China tidak berjalan sendiri, tetapi bekerja sama dengan Rusia dalam proyek International Lunar Research Station (ILRS).

Kedua negara berencana menempatkan reaktor nuklir di Bulan pada kisaran 2033–2035 untuk mendukung basis riset jangka panjang yang dibangun secara bertahap.

Kerja sama ini dipandang sebagai tandingan langsung terhadap program Artemis milik Amerika Serikat.

3.Inggris

Perusahaan Inggris seperti Rolls-Royce juga tengah mengembangkan konsep reaktor nuklir kecil untuk Bulan, meski masih dalam tahap prototipe dan belum ada jadwal pasti implementasi. Belum ada yang benar-benar terbangun Meski banyak rencana ambisius, hingga saat ini belum ada satu pun negara yang berhasil membangun pembangkit nuklir di Bulan.

Semua proyek masih berada pada tahap riset dan pengembangan teknologi, desain reaktor kecil (microreactor), serta perencanaan misi jangka panjang.

Energi nuklir dipilih karena Bulan mengalami malam panjang (hingga ±14 hari Bumi), panel surya tidak cukup andal untuk operasi terus-menerus, proyek industri seperti penambangan dan produksi bahan bakar membutuhkan energi besar dan stabil.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.