MENU
Rupiah di Persimpangan 2026: Melonjak atau Tertekan?
WA FB
News

Rupiah di Persimpangan 2026: Melonjak atau Tertekan?

R Editor : Redaksi Sinata | 03 Dec 2025 | 18:05 WIB
Rupiah di Persimpangan 2026: Melonjak atau Tertekan?
Rupiah kembali berada di sorotan publik setelah sepanjang 2025 bergerak liar di bawah tekanan global dan rapuhnya fondasi ekonomi domestik. (Ist)

APBN pun mulai tertekan oleh melebarannya defisit dan kebutuhan pembiayaan utang jangka pendek.

Kondisi ini membuat manuver pemerintah di tahun pemulihan menjadi lebih terbatas.

Rupiah Pernah Lebih Perkasa, Kini Terjebak Level Baru

Satu dekade terakhir memperlihatkan perjalanan panjang rupiah yang turbulen.

Pada awal 2015, rupiah sempat menguat ke Rp12.473/US$, namun tidak bertahan lama ketika normalisasi kebijakan The Fed mengguncang pasar global.

Sejak 2018 hingga pascapandemi, rupiah berulang kali tertahan di kisaran Rp14.000–Rp16.000, tak pernah lagi menyentuh level Rp13.000 seperti harapan banyak pelaku pasar.

Tahun 2025 juga tidak jauh berbeda. Setelah tertekan di April dan kembali melemah pada September, rupiah cenderung bertahan di sekitar Rp16.579/US$ hingga awal November.

Padahal, asumsi APBN 2025 menetapkan kurs di Rp16.000/US$, sehingga pelemahan yang terjadi dinilai cukup dalam.

Kebutuhan membayar utang luar negeri, tingginya impor, serta keluarnya sebagian modal asing memperpanjang tekanan terhadap rupiah sepanjang tahun ini.

Bergantung pada The Fed dan Respons BI

Kini, pasar menunggu dua kompas besar yang akan menentukan arah rupiah pada tahun depan, yaitu:

  1. Apakah The Fed akan memangkas suku bunga secara agresif?
    Jika bank sentral AS mengambil sikap dovish, arus modal berpotensi kembali masuk ke negara berkembang.

  2. Seberapa cepat Bank Indonesia menyesuaikan kebijakan moneternya?
    Selama BI mampu menjaga suku bunga tetap kompetitif, stabilisasi rupiah masih sangat mungkin terjadi.

Namun para analis sepakat, tanpa penguatan fundamental ekonomi, rupiah hanya akan bergerak mengikuti angin global, bukan karena daya tahannya sendiri. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.