MENU
Rupiah Menguat di Tengah Tekanan IHSG, Dolar AS Terpuruk ke Level Tere...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Menguat di Tengah Tekanan IHSG, Dolar AS Terpuruk ke Level Terendah

J Editor : Jansen Siahaan | 28 Jan 2026 | 11:49 WIB
Rupiah Menguat di Tengah Tekanan IHSG, Dolar AS Terpuruk ke Level Terendah
Ilustrasi mata uang Rupiah. (antara)

Jakarta, Sinata.id – Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada perdagangan Rabu (28/1/2026).

Mata uang Garuda dibuka di level Rp16.717 per dolar AS, menguat 0,31 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp16.768 per dolar AS.

Namun, hingga pukul 09.24 WIB, rupiah terpantau bergerak melemah tipis dan berada di level Rp16.741 per dolar AS. Pergerakan rupiah terjadi di tengah dinamika pasar global dan tekanan di pasar saham domestik.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Ringgit Malaysia mencatat penguatan tertinggi dengan kenaikan 0,76 persen, disusul dolar Taiwan yang naik 0,49 persen, won Korea Selatan menguat 0,36 persen, peso Filipina naik 0,35 persen, serta yuan China yang menguat tipis 0,08 persen.

Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,52 persen. Pelemahan juga dialami baht Thailand yang terkoreksi 0,06 persen, diikuti dolar Singapura yang melemah 0,03 persen, serta dolar Hong Kong yang turun tipis 0,006 persen.

Prospek Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan nilai tukar rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS. Hal ini seiring dengan tekanan yang kembali meningkat pada mata uang Paman Sam.

Indeks dolar AS tercatat turun ke level terendah dalam hampir empat tahun terakhir, mencerminkan berlanjutnya sentimen sell America trade di pasar global. Kondisi tersebut membuka ruang penguatan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

“Rupiah diperkirakan menguat seiring dolar AS yang kembali melemah cukup tajam. Indeks dolar AS sudah berada di level terendah dalam hampir empat tahun di tengah berlanjutnya sentimen sell America trade,” ujar Lukman.

IHSG Anjlok Tajam

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat sejak awal perdagangan Rabu pagi. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG anjlok 6,51 persen atau turun 584,87 poin ke level 8.395,36.

IHSG dibuka di posisi 8.393,51 dan hanya sempat bergerak terbatas dengan level tertinggi di 8.405,10, sebelum kembali tertekan hingga menyentuh level terendah harian di 8.349,66.

Volume transaksi tercatat sekitar 6,07 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp4,13 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 323.895 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 39 saham menguat, 549 saham melemah, dan 88 saham stagnan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.