MENU
Rusia Gempur Kyiv dan Dnipro, Sedikitnya Sembilan Tewas dalam Serangan...
WA FB
Berita

Rusia Gempur Kyiv dan Dnipro, Sedikitnya Sembilan Tewas dalam Serangan Besar-besaran

T Editor : Tigor Munthe | 02 Jun 2026 | 12:14 WIB
Rusia Gempur Kyiv dan Dnipro, Sedikitnya Sembilan Tewas dalam Serangan Besar-besaran
Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina pada Selasa (2/6/2026) dini hari. (Foto: BBC)

KYIV, Sinata.id  – Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina pada Selasa (2/6/2026) dini hari.

Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam ibu kota Kyiv dan Kota Dnipro.

Di Dnipro, sedikitnya lima orang tewas dan 25 lainnya terluka setelah serangan menghantam wilayah tersebut pada malam hari. 

Sementara di Kyiv, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan sedikitnya 51 orang mengalami luka-luka, dengan 35 korban harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan dua gedung apartemen bertingkat menjadi sasaran serangan.

Tim penyelamat masih berupaya mencari kemungkinan korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

"Masih ada kemungkinan orang-orang terjebak di bawah puing-puing," kata Klitschko dikutip dari BBC.

Pemerintah kota juga mengimbau warga untuk tetap berada di tempat perlindungan karena ancaman serangan lanjutan masih tinggi.

Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, menyebut Rusia menggunakan rudal balistik dalam serangan tersebut. "Musuh menyerang menggunakan rudal balistik," ujarnya. Serangan memicu kebakaran di sejumlah lokasi, termasuk dekat stasiun pengisian bahan bakar, area konstruksi, kompleks apartemen, serta beberapa rumah warga. Gangguan listrik juga dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan ibu kota.

Selain Kyiv dan Dnipro, serangan juga dilaporkan menghantam fasilitas industri di wilayah Zaporizhzhia.

Sebelum serangan terjadi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memperingatkan adanya potensi serangan besar dari Rusia. 

Dalam pidato malamnya pada Senin (1/6/2026), Zelensky meminta masyarakat memberikan perhatian khusus terhadap peringatan serangan udara.

"Peringatan intelijen mengenai serangan Rusia masih berlaku. Serangan besar sangat mungkin terjadi dan mereka telah mempersiapkannya," ujar Zelensky.

Serangan terbaru ini terjadi setelah Moskow pekan lalu mengancam akan melancarkan serangan sistematis terhadap Ukraina sebagai respons atas serangan drone yang menghantam asrama di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia.

Serangan tersebut diklaim menewaskan 21 orang.

Rusia sebelumnya juga menyatakan akan menargetkan fasilitas militer dan pusat pengambilan keputusan di Kyiv serta memperingatkan warga asing agar meninggalkan ibu kota Ukraina.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.