MENU
Saat Candaan Pandji Pragiwaksono Jadi Petaka....
WA FB
News

Saat Candaan Pandji Pragiwaksono Jadi Petaka....

R Editor : Redaksi Sinata | 04 Nov 2025 | 17:56 WIB
Saat Candaan Pandji Pragiwaksono Jadi Petaka....
Pandji Pragiwaksono. (Instagram)

Sinata.id - Sebuah potongan video lawakan lama komika Pandji Pragiwaksono mendadak kembali viral dan memicu gelombang kemarahan publik. Dalam video tersebut, Pandji dianggap menyinggung adat dan tradisi masyarakat Toraja lewat candaan yang dinilai melecehkan prosesi sakral Rambu Solo’.

Akibatnya, komika yang dikenal lewat tur Mesakke Bangsaku itu kini menuai kecaman dari tokoh adat, pejabat publik, hingga menghadapi laporan hukum dan tuntutan sanksi adat.

Video berdurasi beberapa menit itu memperlihatkan Pandji membawakan materi tentang tradisi pemakaman Rambu Solo’.

Ia menggambarkan bahwa banyak warga Toraja jatuh miskin karena memaksakan diri menggelar pesta kematian yang mewah, bahkan menyebut jenazah keluarga yang belum dimakamkan dibiarkan terbaring di ruang tamu dekat televisi.

“Kalau ada yang bertamu, nonton TV pun jadi horor,” ujarnya dalam video itu, disambut tawa penonton.

Namun tawa di panggung berubah jadi amarah di dunia nyata.

Ribuan komentar membanjiri media sosial, menilai lawakan itu merendahkan budaya leluhur dan menyederhanakan makna adat Toraja yang sarat nilai spiritual.

Gelombang Kecaman dari Tokoh dan Pejabat

Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Makassar, Amson Padolo, menyebut pernyataan Pandji sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap kearifan lokal.

“Kami sangat menyayangkan seorang tokoh publik seperti Pandji menjadikan adat Toraja sebagai bahan lelucon,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).

Amson menegaskan bahwa tidak benar jenazah diletakkan di ruang tamu.

Menurutnya, masyarakat Toraja memiliki ruang khusus untuk menyemayamkan keluarga yang wafat sebelum digelar upacara adat Rambu Solo’.

Nada serupa datang dari kalangan parlemen. Ashabul Kahfi, anggota DPR RI dari dapil Sulawesi Selatan I, mendesak Pandji untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terbuka.

“Jika pun itu rekaman lama, dampaknya nyata hari ini. Klarifikasi tetap dibutuhkan agar tidak memperpanjang salah paham,” tegasnya.

Sementara Frederik Kalalembang, anggota DPR dapil Sulawesi Selatan III, menilai candaan Pandji berpotensi menyesatkan publik. Ia berencana memanggil Pandji untuk memberikan klarifikasi langsung.

“Tidak ada orang Toraja yang jatuh miskin karena menghormati leluhurnya,” ucapnya.

Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, bahkan menantang Pandji untuk datang langsung ke Toraja agar melihat dan memahami budaya yang sesungguhnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.