Oleh: Ps. Dion Panomban Hubungan orang percaya dengan Tuhan merupakan relasi yang harus senantiasa dijaga dan dipelihara.
Hubungan tersebut tidak dapat bertumbuh tanpa disiplin rohani yang konsisten, yaitu melalui doa, penyembahan, dan pembacaan Firman Tuhan.
Ketiga hal ini bukan sekadar rutinitas rohani, melainkan sarana utama agar setiap orang percaya mengalami pewahyuan pribadi tentang siapa Allah di dalam Yesus Kristus.
Pertanyaannya,
1. masihkah kita menikmati ibadah? Masihkah kita memiliki kerinduan untuk berdoa secara pribadi?
2. Dan bagaimana dengan disiplin pembacaan Alkitab kita selama ini?
3. Pembacaan Alkitab
Yohanes 1:14–18 (TB)
Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan menegaskan bahwa Yesus adalah Pribadi yang telah ada sebelum segala sesuatu.
Dari kepenuhan-Nya, setiap orang percaya menerima kasih karunia demi kasih karunia. Jika hukum Taurat diberikan melalui Musa, maka kasih karunia dan kebenaran dinyatakan secara sempurna melalui Yesus Kristus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan Allah kepada manusia.
Firman Tuhan ini menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah perwujudan nyata Allah, yang hadir di tengah manusia untuk menyatakan kasih, kebenaran, dan keselamatan.
Pertanyaan Perenungan:
1. Mengapa Yohanes harus memberi kesaksian tentang Yesus (ayat 15)?
2. Apakah kita secara pribadi pernah mengalami kebenaran Firman yang “menjadi manusia” dan hadir nyata dalam hidup (ayat 14)?
3. Mengapa kasih karunia dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus (ayat 17–18)?
4. Apa makna ayat 18 bagi kehidupan iman orang percaya saat ini?
5. Pengertian dan berkat rohani apa yang Anda terima melalui saat teduh pagi ini?
Melalui saat teduh ini, setiap anggota Abba Home Family diajak untuk kembali membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, bukan hanya melalui aktivitas keagamaan, tetapi lewat perjumpaan pribadi yang hidup dengan Firman-Nya.
Tetaplah setia dalam saat teduh.
Sebab di dalam keintiman dengan Tuhan, iman diteguhkan dan hidup dipenuhi kasih karunia-Nya. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.