Kunci kekuatan hidup Paulus ditegaskan dalam ayat 18, yaitu dengan tidak memusatkan perhatian pada hal-hal yang kelihatan dan sementara, melainkan pada yang tidak kelihatan dan kekal. Pandangan yang berorientasi pada kekekalan inilah yang membuat Paulus mampu bertahan, melayani, dan tetap berpengharapan di tengah kesulitan.
Pertanyaan Perenungan
1.Apa realita hidup yang Paulus sampaikan dalam ayat 16?
2.Bagaimana kondisi manusia rohani Anda saat ini?
3.Pandangan seperti apa yang dimiliki Paulus terhadap penderitaan (ayat 17)?
4.Bagaimana kemuliaan Allah dapat terjadi melalui penderitaan (ayat 17)?
5.Apa yang menjadi kunci kekuatan hidup Paulus menurut ayat 18?
Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, firman Tuhan mengingatkan bahwa hidup ini bersifat sementara. Namun, di balik kefanaan itu, Allah menyediakan kemuliaan kekal bagi mereka yang tetap setia dan memandang kepada-Nya.
Kiranya saat teduh ini meneguhkan iman kita untuk hidup bukan bagi yang kelihatan, melainkan bagi yang kekal di dalam Kristus.
Selamat bersaat teduh. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.