MENU
Salah Jam Bisa Kurang Efektif, Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin
WA FB
Berita

Salah Jam Bisa Kurang Efektif, Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin

T Editor : Tumpal Pandapotan | 07 Feb 2026 | 12:06 WIB
Salah Jam Bisa Kurang Efektif, Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin
istock

Jakarta, Sinata.id – Menentukan waktu minum vitamin menjadi faktor penting agar zat gizi tersebut dapat diserap tubuh secara maksimal. Pakar kesehatan menyebut jadwal konsumsi suplemen perlu disesuaikan dengan jenis vitaminnya, karena tiap kelompok memiliki cara serap yang berbeda di dalam tubuh.

Vitamin berperan dalam berbagai fungsi biologis, mulai dari menjaga daya tahan tubuh, membantu pembentukan sel, hingga mendukung produksi energi. Kebutuhan harian umumnya bisa dipenuhi dari makanan seperti sayur, buah, daging, kacang-kacangan, serta paparan sinar matahari untuk vitamin D. Suplemen menjadi pilihan tambahan ketika asupan dari makanan dinilai tidak mencukupi.

Secara umum, vitamin dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni vitamin larut air dan vitamin larut lemak. Perbedaan sifat ini menentukan kapan waktu konsumsi yang disarankan.

Vitamin larut air mencakup vitamin C dan sebagian besar vitamin B, seperti B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12. Jenis ini tidak banyak disimpan dalam jaringan tubuh sehingga perlu dikonsumsi secara rutin.

Vitamin B dapat diminum kapan saja, namun sering dianjurkan pada pagi hari karena berkaitan dengan proses metabolisme dan pembentukan energi.

Vitamin C juga bisa diminum sebelum atau sesudah makan, tetapi bentuk yang mengandung asam askorbat lebih dianjurkan dikonsumsi bersama makanan untuk mengurangi keluhan lambung. Penyimpanannya disarankan di tempat sejuk dan terlindung dari cahaya.

Sementara itu, vitamin larut lemak meliputi vitamin A, D, E, dan K. Kelompok ini lebih efektif diserap saat dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung lemak.

Vitamin A, yang banyak ditemukan dalam minyak hati ikan dan senyawa karotenoid tumbuhan, dianjurkan diminum saat makan. Fungsinya antara lain mendukung kesehatan mata, kulit, rambut, serta sistem imun. Vitamin D juga lebih optimal dikonsumsi bersama menu berlemak.

Sejumlah studi menunjukkan penyerapan vitamin D meningkat saat diminum dengan makanan yang mengandung lemak, meski tersedia pula formulasi berbasis minyak dan mikrosomal yang dapat diminum tanpa makanan.

Vitamin E memiliki waktu konsumsi yang lebih fleksibel. Suplemen ini tidak selalu harus diminum bersamaan dengan makanan berlemak, selama asupan lemak tetap ada dalam waktu yang berdekatan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.