MENU
Sambut Ramadhan, PalmCo Pacu Produksi CPO dan Minyak Goreng
WA FB
Berita

Sambut Ramadhan, PalmCo Pacu Produksi CPO dan Minyak Goreng

G Editor : Gunawan Purba | 22 Feb 2026 | 20:47 WIB
Sambut Ramadhan, PalmCo Pacu Produksi CPO dan Minyak Goreng
PalmCo pacu produksi

Jakarta, Sinata.id – PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

PalmCo menegaskan langkah antisipatif telah disiapkan dari lini hulu hingga hilir guna menjaga ketersediaan barang sekaligus menekan potensi lonjakan harga saat konsumsi meningkat.

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa kenaikan permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri merupakan pola rutin tahunan. Karena itu, strategi peningkatan produksi telah dirancang sejak awal 2026.

“Permintaan selalu naik jauh sebelum Ramadhan. Kami sudah menyiapkan skenario tambahan produksi sejak awal tahun dan memastikan bahan baku cukup untuk kebutuhan dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, pekan ini.

Catatan perusahaan menunjukkan produksi Crude Palm Oil (CPO) pada Januari 2026 melampaui 200 ribu ton, melewati target bulanan.

Untuk periode Maret–April yang menjadi puncak konsumsi rumah tangga, produksi dipatok naik lebih dari 10,5 persen hingga sekitar 225.940 ton pada April. Langkah tersebut dinilai penting untuk meredam potensi gejolak harga.

Sejumlah analis menekankan bahwa kelancaran pasokan menjadi faktor krusial agar harga minyak goreng tetap terkendali menjelang hari besar keagamaan.

Fokus Hilir Perkuat Minyak Kita

Di sektor hilir, anak usaha PalmCo, PT Industri Nabati Lestari (INL), juga meningkatkan volume produksi minyak goreng kemasan sederhana.

Target Maret ditetapkan sekitar 4,2 juta liter, lalu kembali dinaikkan sekitar 7,6 persen menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April 2026.

Pelaksana Tugas Direktur INL, Darwin Hasibuan, menyebut seluruh kapasitas kini diarahkan untuk memproduksi merek program pemerintah, Minyak Kita.

“Produksi sejumlah merek komersial internal untuk sementara kami hentikan. Jalur distribusi dan kapasitas difokuskan sepenuhnya pada Minyak Kita agar ketersediaan di pasar tetap terjaga,” katanya.

Kebijakan ini ditempuh untuk memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Minyak Kita merupakan produk minyak goreng sederhana yang dipasarkan luas dengan harga acuan pemerintah.

Perkuat Standar Keberlanjutan dan Traceability

Di tengah peningkatan produksi, PalmCo menyatakan komitmen pada praktik berkelanjutan tetap dijaga.

Dari 71 pabrik kelapa sawit yang dikelola, sebanyak 67 unit atau 94,36 persen telah mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sementara 68 pabrik atau 95,77 persen telah bersertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.