MENU
Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor Tapanuli Tengah, Puluhan Desa Te...
WA FB
News

Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor Tapanuli Tengah, Puluhan Desa Terisolasi dan Jaringan Komunikasi Terputus

R Editor : Redaksi Sinata | 25 Nov 2025 | 16:24 WIB
Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor Tapanuli Tengah, Puluhan Desa Terisolasi dan Jaringan Komunikasi Terputus
Satu keluarga tewas akibat bencana longsor dan banjir besar melanda Tapanuli Tengah, tepatnya di Desa Mardame, dan merendam ribuan rumah. (Ist)
  • Kecamatan Tukka: Kampung Sigotom, Hutanabolon

  • Kecamatan Pinangsori, Kolang, Barus, Badiri, Lumut: rumah dan sawah tenggelam, jalan tak bisa dilalui

  • Di banyak lokasi, banjir datang tiba-tiba membawa lumpur pekat dan batang kayu besar.

    Di Hutanabolon, Kecamatan Tukka, sebuah video amatir memperlihatkan air coklat menghantam permukiman hingga mencapai lantai dua rumah warga.

    Akses Sibolga-Tarutung Ambles

    Di Sitahuis, longsor besar di Jalan Parsikkaman dan Jalan Kelurahan Nauli memutus jalur penghubung Sibolga–Tarutung.

    “Mobil mengular berkilometer. Tidak bisa maju atau mundur,” ujar Johannas Situmeang, warga setempat.

    Jalan A.R. Surbakti di Sibuluan Nauli juga amblas lebih dari 20 meter.

    Jaringan Telekomunikasi Putus

    Kadis Kominfo Tapteng, Sonny Juanda Nasution, memastikan jaringan telekomunikasi di Tapteng–Sibolga lumpuh sejak pukul 11.00 WIB.

    “Semua terganggu. Kami kesulitan mengumpulkan data detail dari kecamatan,” katanya.

    6 Kabupaten/Kota Terdampak Bencana Besar

    BPBD Sumut mencatat 1.902 keluarga terdampak di Tapteng saja.

    Sementara itu, banjir dan longsor juga melanda:

    • Kota Sibolga

    • Gunung Sitoli

    • Nias Selatan

    • Mandailing Natal

    • Padang Lawas

    • Tapanuli Selatan

    Di beberapa daerah, tinggi air mencapai 1,6 meter.

    Warga Diungsikan

    Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menyatakan seluruh aparat daerah, BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas turun langsung ke lapangan.

    “Evakuasi terus berjalan. Dapur umum dibuka, layanan kesehatan bergerak,” ujarnya.

    BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih akan berlanjut hingga Desember.

    Pemerintah meminta warga yang tinggal di lereng atau bantaran sungai untuk tetap waspada dan segera mengungsi bila hujan kembali turun deras.

    Kerusakan tercatat di berbagai lokasi, termasuk robohnya bangunan SMP Negeri di Kecamatan Pandan.

    Sawah-sawah berubah menjadi danau, ratusan rumah rusak, dan puluhan fasilitas publik lumpuh.

    “Di Kampung Sigotom, air sudah satu meter. Anak sekolah banyak yang tak bisa ikut upacara Hari Guru,” kata Albert, siswa SMA.

    Bencana Belum Berakhir

    Hingga malam, cuaca belum menunjukkan tanda membaik.

    Warga yang mengungsi masih bertahan di gereja, balai desa, dan lokasi darurat lainnya.

    Pemerintah daerah menegaskan tanggap darurat akan terus dilakukan hingga seluruh wilayah aman.

    ADVERTISEMENT

    Komentar (0)

    1000 Karakter tersisa
    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

    Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.