MENU
SBY Sebut 5 Miliar Nyawa Terancam Jika Perang Dunia III Pecah
WA FB
News

SBY Sebut 5 Miliar Nyawa Terancam Jika Perang Dunia III Pecah

R Editor : Redaksi Sinata | 24 Jan 2026 | 22:25 WIB
SBY Sebut 5 Miliar Nyawa Terancam Jika Perang Dunia III Pecah
SBY memperingatkan bahaya senjata nuklir yang dapat memicu Perang Dunia III dan mengancam lebih dari 5 miliar jiwa manusia di seluruh dunia. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Ancaman senjata nuklir kembali menjadi sorotan serius di tengah memanasnya konflik global. Mantan Presiden Republik Indonesia ke-6, , memperingatkan dunia tentang dampak paling mengerikan dari perang modern: kehancuran massal akibat senjata nuklir yang berpotensi menghapus peradaban manusia dalam hitungan jam.

Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui media sosial, SBY menegaskan bahwa eskalasi konflik antarnegara besar saat ini tidak lagi sebatas adu kekuatan konvensional. Dunia, kata dia, sedang berdiri di tepi jurang kehancuran akibat senjata pemusnah massal yang kekuatannya jauh melampaui bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

“Jika perang besar benar-benar pecah dan senjata nuklir digunakan, korban jiwa bisa mencapai lebih dari lima miliar manusia,” ungkap SBY dalam pernyataannya, yang dikutip dan ditulis ulang dari akun resminya.

SBY menilai, perlombaan senjata nuklir yang terus berlanjut justru mempersempit ruang diplomasi. Negara-negara pemilik hulu ledak nuklir kini memiliki daya hancur yang bukan hanya mematikan manusia, tetapi juga mampu memicu musim dingin nuklir—fenomena runtuhnya sistem iklim global akibat debu dan radiasi yang menutup atmosfer bumi.

Menurutnya, satu ledakan nuklir saja dapat memicu rangkaian serangan balasan yang tidak terkendali. Efek domino inilah yang membuat perang nuklir berbeda dari konflik bersenjata mana pun dalam sejarah umat manusia.

“Perang nuklir bukan hanya soal negara yang berperang. Ini soal keberlangsungan hidup umat manusia,” tegas SBY.

Ia mengingatkan bahwa senjata nuklir modern dirancang dengan daya hancur berkali-kali lipat dibandingkan era Perang Dunia II. Ledakan, radiasi, dan dampak ekologisnya bisa melumpuhkan dunia dalam waktu singkat—tanpa memberi kesempatan bagi manusia untuk pulih.

SBY juga menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik yang diiringi modernisasi arsenal nuklir. Pengembangan hulu ledak berpresisi tinggi, sistem peluncuran otomatis, hingga doktrin “serangan balasan cepat” dinilainya sebagai kombinasi berbahaya yang membuka peluang kesalahan fatal.

Meski menyampaikan peringatan keras, SBY menegaskan bahwa pernyataannya bukan ramalan, melainkan alarm kemanusiaan. Ia berharap para pemimpin dunia masih memilih jalur rasional sebelum tombol nuklir benar-benar ditekan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.