MENU
Sehari Sebelum Longsor Cisarua, Dedi Mulyadi Sudah Siapkan 1.000 Nasi...
WA FB
News

Sehari Sebelum Longsor Cisarua, Dedi Mulyadi Sudah Siapkan 1.000 Nasi Box

R Editor : Redaksi Sinata | 26 Jan 2026 | 16:53 WIB
Sehari Sebelum Longsor Cisarua, Dedi Mulyadi Sudah Siapkan 1.000 Nasi Box
Dedi Mulyadi mengungkap telah memesan 1.000 nasi box sehari sebelum longsor Cisarua terjadi. Bantuan itu kemudian dibagikan kepada para korban. (Ist)

Bandung Barat, Sinata.id – Di tengah puing tanah longsor yang masih basah oleh hujan, sebuah cerita tak terduga muncul dari lokasi pengungsian di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa dirinya telah memesan 1.000 nasi box sehari sebelum bencana longsor terjadi—tanpa mengetahui bahwa bantuan itu justru akan dibagikan kepada para korban.

Pengakuan tersebut disampaikan Dedi saat berdialog langsung dengan warga terdampak di posko pengungsian. Ia menyebut, pesanan makanan itu dilakukan secara spontan, tanpa rencana kegiatan yang jelas.

“Saya pesan kemarin. Mau dipakai buat apa, saya sendiri belum tahu,” ujar Dedi kepada warga, sebagaimana terekam dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial, Senin (26/1/2026).

Bencana longsor yang melanda kawasan Pasirlangu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah lereng Cisarua sejak Jumat malam. Material tanah dan bebatuan runtuh pada dini hari, menimbun rumah warga dan memaksa ratusan orang mengungsi ke tempat aman.

Saat tiba di lokasi pascabencana, Dedi Mulyadi langsung menginstruksikan pembagian nasi box yang telah lebih dulu dipesan. Makanan tersebut menjadi santapan pertama bagi banyak warga yang sejak malam kehilangan akses dapur dan logistik.

Beberapa warga bahkan mengaitkan peristiwa itu sebagai “kebetulan yang menyelamatkan”. Seorang pengungsi sempat menyebut bahwa pesanan nasi box tersebut terasa seperti firasat sebelum musibah datang.

Viral di Media Sosial

Potongan dialog antara Dedi dan warga itulah yang kemudian viral. Video singkatnya beredar luas di berbagai platform digital dan memicu beragam reaksi publik. Banyak warganet menilai kisah tersebut sebagai bentuk kepedulian yang hadir tepat waktu di tengah krisis.

Namun, Dedi menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki firasat apa pun terkait bencana. Ia menyebut kejadian itu murni kebetulan, sekaligus pengingat bahwa kesiapsiagaan dan kepedulian sosial harus selalu ada.

“Saya tidak tahu akan terjadi apa-apa. Ini hanya kebetulan. Tapi mungkin ini cara Tuhan mengingatkan kita untuk selalu siap membantu,” ucapnya.

Selain distribusi makanan, Dedi memastikan pemerintah daerah menyiapkan bantuan lanjutan bagi para korban longsor. Mulai dari kebutuhan logistik, tempat tinggal sementara, hingga bantuan tunai bagi keluarga terdampak.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.