MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Sejarah Atalya Ratu Berdarah: Kisah Kelam Perebutan Takhta dan Pembant...
WA FB
Religi

Sejarah Atalya Ratu Berdarah: Kisah Kelam Perebutan Takhta dan Pembantaian Keturunan Daud

F Editor : Ferry SP Sinamo | 05 Jun 2026 | 05:00 WIB
Sejarah Atalya Ratu Berdarah: Kisah Kelam Perebutan Takhta dan Pembantaian Keturunan Daud
Pdt Manser Sagala, M.Th.

2 Tawarikh 22:10 ​Melalui pembantaian berdarah ini, Atalya berhasil menduduki takhta Yehuda dan memerintah dengan tangan besi selama 6 tahun. Selama masa pemerintahannya, ia merusak Bait Allah dan mempromosikan penyembahan Baal di Yehuda.

4. Rencana Tuhan Tidak Bisa Gagalkan:

Yoas Diselamatkan ​Atalya mengira ia telah menghapus seluruh keturunan Daud.

Namun, ia lupa bahwa Tuhan telah mengikat janji setia dengan Daud bahwa keturunannya tidak akan pernah terputus dari takhta (2 Samuel 7:16). ​Tuhan memakai Yosabat (saudara perempuan Ahazia, bibi dari bayi-bayi yang dibantai) yang juga merupakan istri dari Imam Besar Yoyada.

Yosabat mencuri salah satu putra Ahazia yang masih bayi bernama Yoas, lalu menyembunyikannya di dalam kamar Bait Suci. ​"Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia, melarikan dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu... sehingga Atalya tidak membunuhnya. Maka tinggallah Yoas bersama-sama mereka tersembunyi di rumah Allah enam tahun lamanya, sementara Atalya memerintah negeri itu." — 2 Tawarikh 22:11-12

5. Akhir Hidup dan Eksekusi Atalya

Pada tahun ketujuh, Imam Besar Yoyada menggalang kekuatan militer dan para kepala kaum lewat kudeta suci. Yoas yang baru berusia 7 tahun dibawa ke hadapan publik di pelataran Bait Suci, dipakaikan mahkota, dan diurapi menjadi raja yang sah. Rakyat bersorak-sorai dengan sangat gembira. ​Atalya yang mendengar kegaduhan itu berlari ke Bait Suci. Saat melihat seorang anak kecil berdiri di dekat tiang kerajaan memakai mahkota, ia merobek pakaiannya dan berteriak, "Khianat! Khianat!"

​"...Maka Yoyada membawa keluar kepala-kepala pasukan seratus... katanya kepada mereka: 'Bawalah dia keluar dari antara barisan!' ... Lalu mereka menangkap perempuan itu. Pada waktu ia sampai ke jalan masuk pintu gerbang Kuda pada istana raja, di sanalah ia dibunuh."

2 Tawarikh 23:14-15 ​Kematian Atalya membawa kelegaaan yang luar biasa bagi seluruh negeri. Rakyat segera menghancurkan kuil Baal, mezbah-mezbahnya, dan membunuh Matan, imam Baal. ​"Seluruh rakyat negeri bersukaria dan kota itu aman, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja." 2 Tawarikh 23:21

Kesimpulan Teologis Sejarah Atalya membuktikan satu hal:

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.