2 Tawarikh 22:10 Melalui pembantaian berdarah ini, Atalya berhasil menduduki takhta Yehuda dan memerintah dengan tangan besi selama 6 tahun. Selama masa pemerintahannya, ia merusak Bait Allah dan mempromosikan penyembahan Baal di Yehuda.
4. Rencana Tuhan Tidak Bisa Gagalkan:
Yoas Diselamatkan Atalya mengira ia telah menghapus seluruh keturunan Daud.
Namun, ia lupa bahwa Tuhan telah mengikat janji setia dengan Daud bahwa keturunannya tidak akan pernah terputus dari takhta (2 Samuel 7:16). Tuhan memakai Yosabat (saudara perempuan Ahazia, bibi dari bayi-bayi yang dibantai) yang juga merupakan istri dari Imam Besar Yoyada.
Yosabat mencuri salah satu putra Ahazia yang masih bayi bernama Yoas, lalu menyembunyikannya di dalam kamar Bait Suci. "Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia, melarikan dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu... sehingga Atalya tidak membunuhnya. Maka tinggallah Yoas bersama-sama mereka tersembunyi di rumah Allah enam tahun lamanya, sementara Atalya memerintah negeri itu." — 2 Tawarikh 22:11-12
5. Akhir Hidup dan Eksekusi Atalya
Pada tahun ketujuh, Imam Besar Yoyada menggalang kekuatan militer dan para kepala kaum lewat kudeta suci. Yoas yang baru berusia 7 tahun dibawa ke hadapan publik di pelataran Bait Suci, dipakaikan mahkota, dan diurapi menjadi raja yang sah. Rakyat bersorak-sorai dengan sangat gembira. Atalya yang mendengar kegaduhan itu berlari ke Bait Suci. Saat melihat seorang anak kecil berdiri di dekat tiang kerajaan memakai mahkota, ia merobek pakaiannya dan berteriak, "Khianat! Khianat!"
"...Maka Yoyada membawa keluar kepala-kepala pasukan seratus... katanya kepada mereka: 'Bawalah dia keluar dari antara barisan!' ... Lalu mereka menangkap perempuan itu. Pada waktu ia sampai ke jalan masuk pintu gerbang Kuda pada istana raja, di sanalah ia dibunuh."
2 Tawarikh 23:14-15 Kematian Atalya membawa kelegaaan yang luar biasa bagi seluruh negeri. Rakyat segera menghancurkan kuil Baal, mezbah-mezbahnya, dan membunuh Matan, imam Baal. "Seluruh rakyat negeri bersukaria dan kota itu aman, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja." 2 Tawarikh 23:21
Kesimpulan Teologis Sejarah Atalya membuktikan satu hal:
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.