Pematangsiantar, Sinata.id – Saat ini, ayam telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kita mengonsumsi ayam hampir setiap hari.
Lantas, bagaimana ayam bisa mencapai dominasi budaya dan kuliner yang begitu besar di seluruh dunia?
Ayam peliharaan memiliki garis keturunan yang sangat rumit. Sejarahnya membentang antara 7.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa proses domestikasinya melibatkan setidaknya dua nenek moyang liar, bahkan kemungkinan lebih dari satu peristiwa domestikasi awal.
Fosil tulang yang diduga milik ayam ditemukan di wilayah Tiongkok bagian timur laut sekitar tahun 5400 SM. Namun, karena nenek moyang ayam tidak hidup di dataran dingin dan kering tersebut, kemungkinan besar tulang itu berasal dari wilayah lain, terutama Asia Tenggara.
Nenek Moyang Ayam
Dilansir dari Smithsonian Magazine, nenek moyang utama ayam adalah ayam hutan merah (Gallus gallus), sesuai teori yang diajukan oleh Charles Darwin dan kemudian diperkuat oleh analisis DNA.
Burung ini sangat mirip dengan ayam modern, terlihat dari jengger merah dan pial pada jantan, taji yang digunakan untuk bertarung, serta suara kokoknya. Betinanya berwarna cokelat kekuningan, mengerami telur, dan bersuara seperti ayam kampung.
Di habitat aslinya, yang membentang dari India bagian timur laut hingga Filipina, Gallus gallus mencari makan di lantai hutan berupa serangga, biji-bijian, dan buah-buahan, lalu terbang ke pohon untuk bersarang pada malam hari. Kemampuan terbangnya terbatas, sehingga mudah ditangkap dan dipelihara manusia. Hal ini juga membuat ayam lebih disukai dibandingkan unggas lain di Afrika, seperti ayam guinea yang sering terbang kabur ke hutan.
Namun, Gallus gallus bukan satu-satunya nenek moyang ayam modern. Para ilmuwan menemukan setidaknya tiga spesies lain yang berkerabat dekat dan kemungkinan pernah kawin silang dengan ayam hutan merah.
Seberapa besar kontribusi genetik dari spesies-spesies tersebut terhadap ayam modern masih belum dapat dipastikan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ayam modern kemungkinan mewarisi salah satu cirinya, yaitu kulit berwarna kuning, dari ayam hutan abu-abu yang berasal dari India selatan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.