MENU
Sejarah Ayam dari Hutan Liar hingga Jadi Makanan Utama Dunia
WA FB
Wisata & Kuliner

Sejarah Ayam dari Hutan Liar hingga Jadi Makanan Utama Dunia

J Editor : Jansen Siahaan | 27 Mar 2026 | 07:00 WIB
Sejarah Ayam dari Hutan Liar hingga Jadi Makanan Utama Dunia
Ilustrasi daging ayam. (gettyimages)

Namun, dibutuhkan sekitar 1.000 tahun sebelum ayam menjadi makanan umum bagi masyarakat Mesir. Pada masa itu, bangsa Mesir telah menguasai teknik penetasan telur secara buatan.

Telur ayam biasanya menetas dalam waktu tiga minggu, dengan suhu sekitar 37–40°C dan kelembapan sekitar 55 persen, yang meningkat pada hari-hari terakhir. Telur juga harus dibalik tiga hingga lima kali sehari untuk mencegah cacat pada embrio.

Bangsa Mesir membangun kompleks penetasan besar yang terdiri dari ratusan “oven”. Setiap oven berupa ruang besar yang terhubung dengan lorong dan ventilasi untuk mengatur panas dari api yang menggunakan jerami dan kotoran unta sebagai bahan bakar. Metode ini dijaga sebagai rahasia selama berabad-abad.

Di wilayah Mediterania, penggalian arkeologi menemukan tulang ayam yang berasal dari sekitar 800 SM. Ayam kemudian menjadi makanan mewah bagi masyarakat Romawi kuno. Mereka mengembangkan berbagai cara memasak ayam, termasuk membuat omelet dan mengolah daging ayam dengan berbagai bahan.

Para peternak juga mencoba berbagai metode untuk menggemukkan ayam, meski beberapa praktik sempat dilarang oleh pemerintah. Pada tahun 161 SM, diberlakukan aturan yang membatasi konsumsi ayam hanya satu ekor per sekali makan untuk satu meja.

Namun, setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, peran ayam di Eropa mengalami penurunan. Menurut Kevin MacDonald dari University College London, ukuran ayam kembali seperti pada Zaman Besi. Ia menduga sistem peternakan besar yang terorganisir turut menghilang.

Seiring waktu, unggas lain seperti angsa dan burung puyuh menjadi lebih umum dikonsumsi pada masa abad pertengahan.

Peternakan Ayam Modern

Ketika bangsa Eropa tiba di Amerika Utara, mereka menemukan berbagai unggas lokal seperti kalkun dan bebek. Beberapa arkeolog berpendapat bahwa ayam pertama kali dibawa ke Dunia Baru oleh bangsa Polinesia sebelum pelayaran Christopher Columbus.

Hingga abad ke-20, ayam masih memiliki peran relatif kecil dalam pola makan dan ekonomi Amerika, meskipun tetap penting sebagai sumber telur.

Perubahan besar terjadi ketika pakan ayam mulai diperkaya dengan antibiotik dan vitamin, sehingga memungkinkan ayam dipelihara di dalam ruangan. Sebelumnya, ayam membutuhkan sinar matahari untuk menghasilkan vitamin D, sehingga harus dibiarkan berkeliaran di luar.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.