MENU
Selain Dibentengi Kawat Duri Berlistrik, Barak Narkoba Kampung Lalang...
WA FB
News

Selain Dibentengi Kawat Duri Berlistrik, Barak Narkoba Kampung Lalang Juga \"Dimonitor\" Bandar Lewat HT

R Editor : Redaksi Sinata | 07 Nov 2025 | 18:42 WIB
Selain Dibentengi Kawat Duri Berlistrik, Barak Narkoba Kampung Lalang Juga \"Dimonitor\" Bandar Lewat HT
Razia besar-besaran di Kampung Lalang, Medan, bongkar barak narkoba beraliran listrik. Polisi amankan 35 kg sabu, 985 ekstasi, dan 59 tersangka. (Dok. Polrestabes Medan)

Operasi yang berlangsung 3—7 November 2025 ini menjadi salah satu aksi terkoordinasi terbesar dalam sejarah pemberantasan narkoba di Sumatera Utara.

Dari Barak Narkoba ke Arena Judi

Lebih mengejutkan lagi, barak-barak yang digerebek juga dijadikan lapak perjudian dingdong dan tembak ikan.

“Tempat ini bukan sekadar lokasi jual beli narkoba, tapi sudah jadi ekosistem kriminal,” ungkap Calvijn.

Ia menegaskan tak akan memberi ruang bagi siapapun yang mencoba menghalangi petugas.

“Tidak ada lagi warga yang menutupi bandar. Kalau masih berani, kita tindak tegas. Kalian bisa lari, tapi tidak akan bisa bersembunyi,” ujarnya lantang.

Dua Kurir dari Tanjungbalai Tertangkap

Dari hasil pengembangan kasus, polisi juga meringkus dua warga Tanjungbalai, Irwansyah dan Zulkarnaen, di Tol Kisaran. Keduanya kedapatan membawa 10 kilogram sabu menuju Medan.

Irwansyah, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, mengaku tergoda menjadi kurir karena dijanjikan Rp5 juta.

“Karena ekonomi, bang. Aku disuruh orang namanya AW, katanya cuma antar barang,” ujarnya lirih di hadapan awak media.

Namun dari pengakuannya, Irwansyah bahkan tidak tahu kepada siapa barang itu harus diserahkan.

“Katanya nanti disuruh nunggu telepon,” tambahnya.

Zulkarnaen, yang ikut bersamanya, bersikeras tak tahu menahu.

“Saya cuma ikut ke Medan. Nggak tahu kalau dia bawa sabu,” ujarnya pasrah.

“Kampung Lalang Harus Disulap Jadi Taman”

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga H. Panjaitan menegaskan, razia ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan nasional.

“Kita akan terus bersihkan basis-basis narkoba. Kampung Lalang harus kita ubah jadi kawasan bersih, bahkan taman publik, bukan lagi sarang narkoba,” tegasnya.

Ia juga mengungkap fakta mengkhawatirkan: Sumatera Utara kini berada di peringkat pertama nasional dalam kasus penyalahgunaan narkoba, dengan lebih dari satu juta warga yang sudah terpapar.

“Para tersangka nantinya akan direhabilitasi, bukan hanya dipenjara. Tapi akar masalahnya, ekonomi dan lingkungan sosial, harus dibereskan,” tegas Toga.

“Tidak Ada Ruang untuk Narkoba di Medan!”

Wali Kota Medan Rico Waas yang turut hadir di lokasi menegaskan sikap keras Pemko Medan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.