MENU
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Satu Orang, Targetkan Hizb...
WA FB
Dunia

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Satu Orang, Targetkan Hizbullah

J Editor : Jansen Siahaan | 12 Jan 2026 | 10:47 WIB
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Satu Orang, Targetkan Hizbullah
Asap mengepul setelah serangan Israel di Desa al-Katran, Lebanon selatan. (afp)

Beirut, Sinata.id - Pasukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara di wilayah Lebanon selatan pada Minggu (11/1/2026), yang mengakibatkan satu orang tewas.

Dilansir dari Aljazeera, Senin (12/1/2026), Otoritas Lebanon menyatakan korban merupakan warga sipil, sementara militer Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan pejuang Hizbullah serta infrastruktur kelompok itu.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa serangan Israel terhadap sebuah kendaraan di Kota Bint Jbeil menyebabkan seorang warga sipil meninggal dunia. Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan, meskipun kedua negara telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada akhir 2024.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan itu ditujukan kepada seorang anggota Hizbullah yang dituduh melanggar ketentuan gencatan senjata. Dalam pernyataan resminya, tentara Israel menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan respons atas pelanggaran berulang yang dilakukan Hizbullah.

Di lokasi lain, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa jet tempur Israel melancarkan lebih dari sepuluh serangan udara di Kota Kfar Hatta, yang berada di utara Sungai Litani. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan. Sebelumnya, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga setempat.

Militer Israel juga mengumumkan telah menyerang sejumlah infrastruktur Hizbullah di beberapa wilayah, termasuk fasilitas bawah tanah yang diduga digunakan untuk penyimpanan senjata.

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah militer Lebanon mengumumkan telah menyelesaikan tahap awal pelucutan senjata Hizbullah di wilayah selatan Sungai Litani sebagai bagian dari rencana nasional. Namun, Israel menilai langkah tersebut belum memadai.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa perjanjian gencatan senjata secara tegas mengharuskan Hizbullah untuk dilucuti sepenuhnya. Menurutnya, upaya pemerintah dan militer Lebanon merupakan langkah awal yang positif, tetapi belum cukup untuk mencegah Hizbullah membangun kembali kekuatannya dengan dukungan Iran.

Selain menargetkan Hizbullah, Israel juga dilaporkan menyerang sasaran yang dikaitkan dengan Hamas di wilayah Lebanon. Sementara itu, militer Lebanon menyatakan akan terus meningkatkan upaya pengendalian senjata yang dimiliki kelompok-kelompok non-negara demi menjaga stabilitas nasional. (A02)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.