Pekan ini, harga minyak mentah Brent mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan, diperkirakan dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan akibat eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama dengan meningkatnya ketegangan antara Israel, Iran, dan potensi keterlibatan militer AS di wilayah tersebut.
Para analis pasar mencatat bahwa konflik yang melibatkan Iran, salah satu negara produsen minyak terbesar dunia, dapat mendorong investor dan pembeli energi untuk memasukkan risiko geopolitik ke dalam harga komoditas, terutama minyak mentah. Kekhawatiran ini membuat Brent dan West Texas Intermediate (WTI) perdagangan minyak naik signifikan dalam beberapa sesi terakhir.
Hingga saat ini, meskipun belum terjadi gangguan langsung terhadap fasilitas produksi utama atau rute ekspor seperti Selat Hormuz, jalur penting yang dilewati sekitar 20% dari total ekspor minyak global, investor tetap menilai konflik bisa berdampak pada pasokan jika eskalasi semakin melebar.
Catatan Reuters dan laporan industri menunjukkan minyak mentah Brent naik lebih dari 7% pada periode awal konflik setelah serangan Israel terhadap fasilitas Iran, menjadikannya salah satu lonjakan terbesar sejak awal tahun. Lonjakan ini tercatat ketika pasar menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan pasokan di kawasan yang kaya energi.
Analisis lain menunjukkan bahwa meskipun gangguan besar terhadap produksi minyak langsung belum terjadi, premium harga akibat risiko geopolitik telah terintegrasi dalam harga minyak, sehingga menahan supply shock yang mungkin terjadi jika konflik meluas.
Para pejabat dan ekonom memperingatkan bahwa jika konflik antara Israel dan Iran terus berlanjut atau berkembang menjadi perang yang lebih luas dengan negara-negara regional lain, efeknya terhadap pasokan energi global bisa semakin nyata, terutama jika rute ekspor minyak seperti Selat Hormuz terancam atau diblokade dalam jangka panjang.
Beberapa analis bahkan menyebut potensi terkuncinya pasokan minyak untuk periode yang lebih lama dapat menyebabkan harga minyak mentah internasional menembus level di atas $100 per barel atau lebih, tergantung pada skenario konflik dan respon negara-negara produsen minyak besar lainnya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.