MENU
Singapura Bangun Pusat Data Berbasis Sel Otak Manusia
WA FB
Dunia

Singapura Bangun Pusat Data Berbasis Sel Otak Manusia

R Editor : Redaksi Sinata | 10 Mar 2026 | 15:57 WIB
Singapura Bangun Pusat Data Berbasis Sel Otak Manusia
Startup bioteknologi Cortical Labs mengembangkan pusat data yang menggunakan sel otak manusia sebagai komputasi biologis. Fasilitas ini dibangun di Singapura dan Melbourne untuk mendukung teknologi AI masa depan. (Ist)

Singapura, Sinata.id - Singapura kembali menegaskan posisinya sebagai pusat inovasi teknologi di Asia. Negara kota itu kini menjadi lokasi pengembangan teknologi futuristik seperti pusat data yang memanfaatkan sel otak manusia sebagai komponen komputasi.

Informasi dihimpun Selasa (10/3/2026), proyek ini menarik perhatian komunitas teknologi global karena menghadirkan konsep baru dalam dunia komputasi, menggabungkan biologi dan kecerdasan buatan. Sistem tersebut memanfaatkan sel saraf manusia yang dibudidayakan di laboratorium untuk membantu memproses data secara lebih efisien dibandingkan komputer konvensional.

Teknologi ini dikenal sebagai pendekatan biological computing atau komputasi biologis. Dalam sistem tersebut, jaringan sel saraf bekerja mirip seperti otak manusia dalam memproses informasi, sehingga diyakini mampu menghasilkan kemampuan komputasi yang jauh lebih adaptif dan hemat energi dibandingkan pusat data tradisional.

Para peneliti menilai pendekatan ini bisa menjadi lompatan besar dalam pengembangan kecerdasan buatan generasi berikutnya. Model jaringan saraf biologis memiliki potensi meniru cara kerja otak manusia yang kompleks, termasuk kemampuan belajar dan mengenali pola secara cepat. Penelitian sebelumnya bahkan menunjukkan simulasi jaringan neuron skala besar dapat merepresentasikan aktivitas otak dengan miliaran neuron dan triliunan koneksi sinaptik.

Singapura dipilih sebagai basis pengembangan karena ekosistem teknologi dan riset yang dinilai sangat matang. Negara tersebut selama beberapa tahun terakhir memang aktif menarik investasi teknologi tinggi, mulai dari kecerdasan buatan, komputasi awan, hingga pusat data skala besar.

Dengan infrastruktur digital yang kuat serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap industri teknologi, Singapura dinilai memiliki lingkungan ideal untuk eksperimen komputasi generasi baru.

Jika pengembangan ini berhasil, pusat data berbasis sel otak manusia berpotensi mengubah lanskap industri teknologi global. Tidak hanya meningkatkan kemampuan pemrosesan data, teknologi tersebut juga bisa membuka jalan bagi lahirnya sistem kecerdasan buatan yang lebih mirip cara berpikir manusia.

Bagi industri teknologi, eksperimen ini menandai satu langkah menuju era baru, di mana batas antara mesin dan biologi semakin tipis, dan pusat data masa depan mungkin tidak lagi sepenuhnya digerakkan oleh chip silikon. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.