MENU
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh 5 Jam, Puluhan Ribu Pelancong Terjebak...
WA FB
Dunia

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh 5 Jam, Puluhan Ribu Pelancong Terjebak di Perbatasan Singapura

J Editor : Jansen Siahaan | 30 May 2026 | 13:25 WIB
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh 5 Jam, Puluhan Ribu Pelancong Terjebak di Perbatasan Singapura
Ilustrasi bendera Malaysia. (istock)

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia, Zakaria Shaaban, menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat masalah teknis pada pusat data Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs).

Menurutnya, sistem tersebut mulai bermasalah sekitar pukul 05.00 pagi dan kembali beroperasi normal pada pukul 08.45 pagi setelah dilakukan perbaikan.

Zakaria menegaskan bahwa gangguan tersebut bukan akibat serangan siber atau peretasan.

"Sistem tidak diretas. MyIMMs merupakan sistem yang telah digunakan selama sekitar 30 tahun sehingga gangguan teknis seperti ini tidak dapat dihindari," ujarnya.

Malaysia Siapkan Sistem Imigrasi Baru

Pemerintah Malaysia saat ini tengah menyiapkan Sistem Imigrasi Terpadu Nasional (NIISe) yang dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 2028.

Sistem baru tersebut dirancang untuk mengintegrasikan verifikasi paspor, pemeriksaan visa, data pelancong, dan berbagai layanan keimigrasian dalam satu platform digital modern.

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution Ismail, sebelumnya menyatakan bahwa vendor pengembang NIISe telah diminta menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi gangguan, terutama menjelang beroperasinya Sistem Transit Cepat (RTS) Johor Bahru-Singapura pada tahun depan.

Pemerintah Malaysia juga berkomitmen meminimalkan gangguan teknis agar pelayanan keimigrasian dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efisien.

Pelancong Mengeluh Terlambat Bekerja

Gangguan sistem tersebut memicu keluhan dari banyak pelancong dan pekerja yang melintasi perbatasan Johor-Singapura setiap hari.

Sejumlah pengguna media sosial membagikan foto dan video yang memperlihatkan antrean panjang, kerumunan penumpang, serta kemacetan kendaraan di sekitar pos pemeriksaan imigrasi.

Banyak di antara mereka mengaku terlambat masuk kerja akibat proses pemeriksaan manual yang memakan waktu lebih lama dibandingkan sistem otomatis yang biasa digunakan.

Meski sistem kini telah kembali beroperasi normal, pihak imigrasi Malaysia mengakui gangguan serupa masih berpotensi terjadi hingga sistem NIISe resmi menggantikan MyIMMs dalam beberapa tahun mendatang. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.