MENU
Siswa SMP di Grobogan Dibully hingga Tewas oleh Teman Sekelas
WA FB
News

Siswa SMP di Grobogan Dibully hingga Tewas oleh Teman Sekelas

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Oct 2025 | 02:30 WIB
Siswa SMP di Grobogan Dibully hingga Tewas oleh Teman Sekelas
Angga Bagus Perwira (12), siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia di ruang kelas usai diduga dianiaya oleh teman-teman sekelasnya pada Sabtu (11/10/2025). (kompascom)

Sinata.id - Angga Bagus Perwira (12), siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia di ruang kelas usai diduga dianiaya oleh teman-teman sekelasnya pada Sabtu (11/10/2025). Polisi kini menyelidiki kasus tersebut yang diduga kuat akibat perundungan di lingkungan sekolah.

Suasana duka menyelimuti Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Seorang bocah Angga, meregang nyawa di tempat yang seharusnya menjadi ruang belajar dan tawa, ruang kelasnya sendiri.

Sabtu (11/10/2025) pagi itu, suasana sekolah yang biasanya riuh berubah mencekam. Angga ditemukan tak bernyawa di ruang kelas VII G setelah diduga mengalami penganiayaan atau bullying yang dilakukan oleh teman-temannya sendiri.

Dua Kali Dikeroyok di Jam Pelajaran

Menurut kesaksian teman sekelasnya, APR (12), tragedi bermula saat jam pelajaran baru saja dimulai dan guru belum masuk kelas. Angga sempat diejek oleh beberapa temannya. Tak terima dengan olok-olok itu, perkelahian pun pecah.

“Angga dipukuli di bagian kepala, lalu berhenti. Itu jam ketiga, tapi belum ada guru,” tutur APR, siswi kelas VII F yang ruangnya bersebelahan dengan kelas korban.

Namun situasi belum berakhir. Sekitar pukul 11.00 WIB, Angga kembali dikerubungi dan dipaksa berkelahi dengan siswa lain berinisial AD (12).

“Mereka bilang, ‘Kamu beraninya sama siapa?’ lalu Angga disuruh berduel lagi. Dia dipukul berkali-kali di kepala sampai kejang-kejang,” lanjut APR.

Ironisnya, kedua insiden itu terjadi saat jam pelajaran aktif, tetapi tanpa satu pun guru yang hadir di dalam kelas.

Kejang di Kelas, Nyawa Tak Tertolong

Usai menerima pukulan di kepala, Angga tiba-tiba kejang dan tak sadarkan diri di depan teman-temannya. Panik, para siswa membawanya ke UKS sekolah.

Sayang, nyawa bocah itu tak terselamatkan.

“Kami dapat kabar Angga meninggal di sekolah. Katanya sempat dikeroyok teman-temannya,” ujar Suwarlan (45), paman korban.

Jenazah Angga kemudian dibawa ke RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo, Purwodadi, untuk dilakukan otopsi oleh tim Biddokkes Polda Jateng.

Hasil pemeriksaan mengungkap adanya penggumpalan darah di kepala.

“Dia Anak Pendiam dan Penurut”

Kedua orangtua korban, Sawendra dan Ike Purwitasari, segera pulang dari Cianjur, Jawa Barat, setelah menerima kabar duka itu. Mereka tiba di rumah duka dengan wajah tak percaya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.