Sinata.id - Malam pergantian tahun yang seharusnya menjadi penanda refleksi justru berubah menjadi panggung drama tak terduga di Cileungsi, Bogor. Sebuah angkutan kota melaju seperti biasa, penumpang naik tanpa curiga, dan sang sopir angkot tampak menjalankan rutinitasnya. Namun, di balik kemudi, cerita berjalan ke arah yang sama sekali tak lazim.
Tanpa disadari, sopir angkot itu mengangkut penumpang istimewa—orang yang terbiasa mengamati, bukan diamati.
Dialah Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, yang malam itu memilih angkot sebagai kendaraan menuju kantor.
Pilihan sederhana yang berujung pada terbongkarnya sebuah pelanggaran serius.
Sejak beberapa menit perjalanan, gelagat pengemudi mulai mengundang tanda tanya.
Gerakannya kaku, tatapannya gelisah, dan fokus berkendara seolah tertinggal entah di mana.
Bagi penumpang awam, mungkin hanya dianggap lelah menyambut tahun baru.
Namun bagi aparat berpengalaman, itu adalah alarm yang berbunyi keras.
“Gerak-geriknya tidak wajar dan terlihat sangat tidak fokus,” tutur Kompol Edison, dikutip Kamis (1/1/2026).
Naluri kepolisian bekerja, kecurigaan menguat, dan keputusan pun diambil.
Pemeriksaan dilakukan. Hasilnya, bukan sekadar dugaan.
Sopir angkot tersebut diketahui berada dalam pengaruh narkotika jenis sabu—kondisi yang di jalan raya bisa berujung petaka, apalagi saat arus lalu lintas malam tahun baru sedang padat-padatnya.
Tanpa banyak drama, pengemudi langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek.
Di balik tas sederhana yang biasa menemani pengemudi mencari nafkah, petugas menemukan satu paket sabu.
Pengakuan pun mengalir. Sang sopir angkot tak menampik telah mengonsumsi barang haram itu sebelumnya, bahkan menyebut lokasi pemakaian di wilayah Jakarta.
Ironisnya, angkot yang seharusnya menjadi alat transportasi aman bagi warga justru berubah menjadi “kendaraan uji nyali” akibat ulah pengemudinya sendiri.
Malam tahun baru yang mestinya dirayakan dengan terompet dan kembang api, berakhir dengan borgol dan berita acara pemeriksaan.
Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor untuk penanganan lanjutan.
Barang bukti sabu, pengemudi, dan kendaraan turut diamankan sebagai bagian dari proses hukum.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat keras bahwa jalan raya bukan tempat untuk eksperimen kesadaran. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.