“Kami menemukan tanda-tanda kehamilan. Ada luka di leher, bibir, dan pipi korban. Tangan terikat dengan hijab dan mulut disumpal kain manset,” jelasnya.
Darah yang ditemukan di paha dan kaki korban belum bisa dipastikan sumbernya. Dugaan sementara, pelaku melakukan kekerasan seksual sebelum menghabisi nyawa korban.
Suami korban, Adi Rosadi, tampak terpukul saat mendatangi rumah duka.
“Tidak ada firasat apa-apa. Dia cuma bilang mau antar saya kerja. Setelah itu saya tidak bisa hubungi dia lagi,” tuturnya pelan.
Adi mengaku pernah mengetahui istrinya menjalin komunikasi dengan pria lain, tetapi masalah itu telah mereka selesaikan.
Chat mesra korban bersama pria misterius sudah dibicarakan, dan Adi pikir semuanya sudah selesai. Ternyata belum.
Polisi Kejar Pelaku
Tim Satreskrim Polrestabes Palembang kini bergerak cepat menelusuri rekaman CCTV hotel dan toko sekitar.
Dari rekaman itu, wajah pelaku tampak jelas, berkaus hitam, berjaket abu-abu, dan mengenakan masker. Ia keluar melalui pintu belakang sekitar pukul 22.00 WIB.
“Identitas sudah kami kantongi. Saat ini sedang dalam pengejaran,” tegas AKBP Andrie Setiawan, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang.
Barang-barang pribadi milik Anti seperti ponsel dan identitas diri hilang, memperkuat dugaan bahwa pembunuhan ini direncanakan dengan matang.
Sosok Hangat
Bagi warga sekitar, Anti bukan sekadar korban kasus kriminal, korban adalah sosok yang dikenal rendah hati dan penuh kasih, sering membantu tetangga, tak pernah terlibat konflik, dan dikenal penyayang anak.
Kini, rumah yang dulu hangat oleh tawa berubah sunyi. Di depan pintu, karangan bunga duka berjejer.
“Dia itu baik, nggak pernah marah, sering senyum. Rasanya nggak percaya kejadian ini,” tutur tetangganya.
Polisi memastikan akan menuntaskan kasus ini hingga pelaku tertangkap. [zainal/a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.