Dari penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain pisau dapur, pisau daging, gunting taman, serta palu yang digunakan untuk menghabisi korban. Alat-alat tersebut juga dipakai pelaku untuk memutilasi tubuh korban sebelum dibuang ke kawasan Pacet.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama, menegaskan pelaku bertindak seorang diri. Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut. “Pelaku sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Kabar kematian Tiara meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Made. Ketua RT dan RW setempat menyebut Tiara dikenal sebagai sosok pendiam dan mudah bergaul, meski jarang pulang karena menempuh pendidikan serta bekerja di Surabaya.
Kepala Desa Made, Eko Widiyanto, juga membenarkan identitas korban setelah data kependudukannya cocok dengan hasil pemeriksaan polisi. Kini, pihak keluarga masih menunggu kedatangan jenazah untuk dimakamkan di kampung halamannya. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.